Jumlah Penumpang di Empat Terminal Terus Turun,Termasuk Terminal Baranangsiang

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Penumpang Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) ataupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terus alami penurunan sejak diberlakukan PPKM Darurat.

Memasuki hari ke-10 masa penerapan PPKM Darurat ini jumlah penumpang bus pada empat terminal bus Tipe A dibawah pengelolaan BPTJ terus menurun.

Bacaan Lainnya

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan, bahwa untuk Terminal Baranangsiang penurunan jumlah penumpang AKAP yang berangkat dari terminal ini turun sekitar 28,72 persen dan untuk AKDP turun sekitar 24,84 persen.

“Untuk AKAP dari sebelumnya 188 penumpang per hari menjadi 134 penumpang per hari, sedangkan untuk penumpang bus AKDP dari semula 330 penumpang per hari kini menjadi 248 penumpang per hari,” kata Polana dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Penurunan penumpang tersebut terjadi di empat terminal, masing masing yaitu Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Jatijajar Depok, Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan apabila dibandingkan dengan penumpang rata-rata pada Juni 2021.

Selain di Terminal Baranangsiang, lebih lanjut Polana menjelaskan, bahwa penurunan penumpang bus AKAP paling signifikan terjadi di Terminal Poris Plawad.

“Dari sebelumnya melayani penumpang rata-rata 500 orang per hari turun menjadi 165 penumpang per hari atau turun sekitar 67 persen,” jelasnya.

Penurunan jumlah penumpang menurut Polana juga terjadi di Terminal Jatijajar, dari sebelumnya melayani rata-rata 513 penumpang per hari menjadi 237 penumpang per hari atau turun sekitar 53,8 persen.

“Sementara untuk bus AKDP turun sekitar 41,66 persen dari sebelumnya rata-rata 48 orang per hari menjadi 28 penumpang per hari,” bebernya.

Adapun penurunan penumpang juga tercatat di Terminal Pondok Cabe dan Terminal Baranangsiang.

“Untuk Terminal Pondok Cabe, rata-rata harian penumpang yang berangkat dari terminal ini turun sekitar 58,97 persen, pada Juni 2021 tercatat sebanyak 39 penumpang per hari, selama PPKM Darurat hanya melayani 16 penumpang per harinya,” tambahnya.

Dengan menurunnya jumlah penumpang di empat terminal BPTJ ini, Polana berharap dapat berpengaruh terhadap turunnya angka penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

“Semangat diterbitkannya aturan pengetatan perjalanan transportasi darat ini merupakan respon dari kondisi darurat Covid 19 di Indonesia yang angkanya terus bertambah, tentunya kita berharap dengan semakin menurunnya pergerakan masyarakat maka akan berdampak pada turunnya angka penyebaran kasus Covid 19 di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *