Jelang Penerapan Protokol Kesehatan Tiga Pilar Jakbar Gelar FGD

JAKARTA, Ceklissatu.com – Tiga Pilar Jakarta Barat menggelar kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) yang bertemakan Penerapan Protokol Kesehatan, Selasa (2/6/2020).

Kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) tersebut diadakan di gedung Siti Maryam yang dihadiri Walikota Madya Jakarta Barat Rustam Effendi, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Dandim 0503 JB Kolonel Valian Wicaksono dan para stakeholder terkait serta para pelaku usaha yang berada di wilayah Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, kegiatan focus group discussion ini membahas tentang bagaimana langkah dan kesiapan dalam menghadapi New Normal yang sebentar lagi akan diterapkan oleh pemerintah bagaimana Protokol kesehatan di Jakarta Barat.

“Ya tentu saja sebagai langkah antisipasi awal sekaligus awal persiapan dan evaluasi dari angka penyebaran virus covid 19 menunjukkan hasil yang baik ” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

Menurut Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi, Gubernur DKI Jakarta telah menyampaikan kemungkinan PSBB diperpanjang atau selesai pada 4 Juni, namun semua tergantung dari kondisi masyarakat terhadap COVID-19.

“Bila kasus COVID-19 terus bertambah dikemungkinan PSBB kembali diperpanjang. Sebaliknya, bilamana kedisiplinan masyarakat terjaga dengan tren angka kasus menurun maka kemungkinan PSBB, akan selesai,” ujar Rustam.

Bicara tren kasus COVID-19, Rustam sedikit memaparkan perihal data kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta. Data kasus yang dipaparkan terhitung sejak tiga hari belakangan ini, 30 Mei-1 Juni.

“Saya ingin mengingat kepada para peserta, terkait perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta. Kita ambil tiga hari belakangan, yakni 30 Mei-1 Juni. Kasus COVID-19, per 30 Mei di Jakarta, positif COVID-19 berjumlah 7230 orang, pasien sembuh 2005 orang, dan 509 orang meninggal.Kasus COVID-19, per-31 Mei, positif COVID-19 berjumlah 7346 orang positif (bertambah 118 orang),pasien sembuh 2082 orang (bertambah 77 orang), dan meninggal 516 orang. Tanggal 1 juni, kasus positif 7485 orang (bertambah 117), pasien sembuh 2272 orang (tambah 192), meninggal 517 orang (1 orang),” jelasnya.

Sementara itu, kasus COVID-19 di wilayah Jakarta Barat, per 30 Mei, kasus positif 1127 orang, pasien sembuh 408 orang, dan meninggal 91 orang. Tanggal 31 mei, kasus positif 1133 orang (tambah 6 orang), pasien sembuh 451 orang (tambah 43), meninggal 91 orang. Sedangkan per-1 juni, kasus positif 1147 orang (tambah 14orang), pasien sembuh 477 orang (tambah 26 orang),dan meninggal 91 orang.

Melihat angka kasus COVID-19, Walikota Jakarta Barat menilai kasus COVID-19 di Jakarta masih bertambah, tapi penambahannya tidak seperti pada bulan April yang dinilai cukup tinggi.

Sementara Komendan Kodim 0503 JB, Kol (kav) Valian Wicaksono, menilai bahwa aparat TNI diperintahkan menjalankan penegakan kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“TNI dan Polri mendapat mandat atau perintah dari pimpinan untuk melaksanakan operasi pendisiplinan penerapan protokol kesehatan. Ada atau tidak hubungannya dengan PSBB, tapi kita semua harus menegakkan kedisiplinan agar memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Penulis : Johnit Sumbito

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *