Jelang Nataru, Pusat Minta Daerah Siapkan Skenario Kendalikan Covid-19

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah Pusat meminta daerah untuk menyiapkan skenario apabila terjadi hal buruk atau peningkatan kasus Covid-19 pada perayaan Natal dan pergantian tahun baru.

“Gubernur, Bupati/Wali kota Pangdam, Kapolda untuk mempersiapkan skenario apabila terjadi hal buruk atau peningkatan Covid-19 gelombang Nataru. Pertama, kesiapan tempat tidur rumah sakit darurat, oksigen, tenaga kesehatan, obat-obatan, sudah diperhitungkan dari sekarang. Mulai di cek, apakah oksigennya sudah siap, tempat tidurnya juga obatnya, harus dipastikan,” tegas Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan.

Bacaan Lainnya

Arahan yang disampaikan melalui rapat koordinasi virtual kemarin itu merupakan upaya pemerintah meminimalisir penyebaran Covid-19 pada perayaan Nataru.

“Saya mohon teman-teman sekalian mengecek, termasuk evaluasi terhadap persyaratan perjalanan domestik. Jadi kita melakukan pengamatan dengan ketat dan evaluasi, hingga nanti, akhir bulan kita akan menentukan sikap kita, apa yang akan kita lakukan,” jelas Luhut.

Dia juga meminta untuk meningkatkan kapasitas serta penyiagaan fasilitas isolasi terpusat termasuk anggaran untuk logistik pasien selama melakukan isolasi.

“Saya mohon para gubernur kita bahu-membahu menyiapkan ini. Kemudian meningkatkan kehati-hatian dalam menghadapi Nataru ini serta memastikan pemulihan ekonomi.

“Meskipun situasi Covid-19 masih pada tingkat yang terkendali bahkan sangat terkendali, tetapi peningkatan kewaspadaan secara Nasional atau di Jawa Bali perlu menjadi perhatian kita, termasuk kewaspadaan harus ditingkatkan terutama di kabupaten/kota untuk memastikan langkah-langkah seperti penetapan penggunaan peduli lindungi, protokol kesehatan terutama di tempat kerumunan, dan masukkan yang positif ke karantina pusat, percepat vaksinasi dan pemulihan ekonomi lebih lanjut,” tegas Luhut.

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor diketahui akan mengeluarkan aturan larangan perayaan malam tahun baru untuk masyarakat demi mengantisipasi lonjakan kasus penularan Covid-19 gelombang ketiga.

“Para ahli berpendapat dikhawatirkan ada gelombang ketiga penularan covid-19. Agar tidak terjadi gelombang ketiga kita tahan dulu, jangan dulu ada pesta-pesta di akhir tahun,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

Aturan larangan tersebut akan dikeluarkan untuk mencegah perayaan yang berlebihan. Seperti diketahui, Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi tujuan wisatawan, khususnya di kawasan Puncak.

Setiap perayaan malam tahun baru, kawasan Puncak diketahui kerap kali dipadati oleh masyarakat baik lokal maupun luar daerah.

“Kita sudah punya pengalaman, karena kemarin ketika kita waspada pada idul fitri dengan dilarang mudik, tapi termyata setelah lebaran banyak orang mudik juga dan peningkatan pun terjadi. Ini agar tidak terjadi kita harus menahan diri untuk tidak hura-hura di malam tahun baru,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *