Jangan Ikut-ikutan, Tidak Semua Desa Miliki Potensi Wisata

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menggali potensi wisata di desa mendapatkan kritikan dari Akademisi, Sofyan Sjaf.

“Tidak semua desa di Kabupaten Bogor memiliki wisata, jadi jangan semua disama ratakan,” cetus Sofyan dalam agenda diskusi Tiga Tahun Pancakarsa di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (22/12).

Bacaan Lainnya

Dia mengaku khawatir ketika upaya menggali potensi wisata di desa dilakukan secara sporadis di semua desa di Kabupaten Bogor malah akan mematikan fungsi daripada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Jadi harus dilihat juga potensinya dimana. Jangan sampai malah membuat peran Bumdes minim, karena itu tadi, tidak semua desa punya potensi wisata,” jelas Sofyan.

Hal yang sama juga dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman. Menurutnya, upaya menggali potensi wisata di desa tersebut tidak serta merta harus dilakukan semua desa.

“Jadi jangan satu desa yang berhasil memberikan pendapatan dari wisata itu diikuti oleh semua desa. Kan potensinya beda-beda. Ini yang harus dicatat,” tegas Politisi PPP itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi menyebutkan bahwa masih banyak potensi wisata di desa yang belum tergarap dengan baik.

“Sejauh ini kami mencatat baru ada sekitar 40 desa, itu pun baru 50 persennya yang sudah aktif. Kami terus gali, apalagi Festival Desa Wisata ini harus meraih dengan keikutsertaan desa,” kata Deni.

Beberapa desa yang sudah mulai dikenal sebagai Desa Wisata di antaranya di Desa Batu Layang, Tugu Utara, dan Desa Tugu Selatan, Puncak.

Deni tak memungkiri banyak potensi wisata di desa yang dikuasai oleh oknum atau kelompok. Untuk meminimalisir terjadinya bentrokan, pihaknya akan membuat sebuah regulasi sebagai payung hukum.

“Di sana kan ada desa, ada BPD, ada karang taruna dan lainnya. Maka harus bekerjasama. Kalau ada orang yang ingin menguasai, maka itu awal dari kehancuran. Sehingga kami akan buatkan regulasi agar ke depan ada peraturan desa, dan tidak ada konflik dengan desa dan lainnya,” jelasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *