IPW : Sikap Letjend (Purn) Djamari Chaniago Arogan Harus Segera Minta Maaf Pada Masyarakat

  • Whatsapp

JAKARTA, Ceklissaru.com –Ketua Presidium Indonesia  Police Watch (IPW) Neta S Pane menegaskan, Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago harus mencabut pernyataannya, karena menganggap kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota motor gede (moge) yang dipimpinnya terhadap dua prajurit TNI sebagai masalah kecil.

IPW menilai, pernyataan Djamhari itu sangat tidak mendidik dan sangat mengedepankan sikap arogansi dari seorang pensiunan militer. Seharusnya sebagai pimpinan kelompok moge itu, Djamhari meminta maaf kepada masyarakat, karena anggota rombongannya sudah berbuat semena mena, tidak hanya kepada masyarakat umum di jalanan, tapi juga kepada anggota TNI yang dikeroyok.

Bacaan Lainnya

“Sikap Djamhari yang arogan itu tidak pantas ditiru dan akan membuat dirinya dicibir oleh masyarakat luas, yang akhirnya akan merugikan dirinya sebagai pensiunan yang seharusnya dihormati publik,” ujar Neta, Minggu (1/11/2020).

IPW berharap, Djamhari sebagai purnawirawan harus berjiwa besar mau mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada kedua prajurit TNI yang sedang terbaring di rumah sakit akibat dikeroyok anggota masyarakat sipil pengguna moge tersebut.

“Seharusnya Djamhari bisa berkomentar lebih santun dan kebapakan dalam melihat kasus ini,” jelas Neta.

Lanjut Neta, belajar dari kasus ini, sudah saatnya para petinggi yang menjadi pimpinan motor gede mengingatkan para anggotanya agar tidak bersikap arogan di jalanan dan tidak bersikap ugal ugalan atau tidak  menjadi raja jalanan seperti geng motor yang banyak dikeluhkan masyarakat.

“Jika pengendara moge bersikap ugal ugalan seperti geng motor bukan mustahil masyarakat akan memberi perlawanan pada mereka dan pengendara moge akan menjadi musuh masyarakat di jalanan,” imbuhnya.

Neta menambahkan, para purnawirawan yang menjadi pimpinan moge jangan mau menjadi bamper dan backing atas keugalugalan anggotanya. Jika tidak, mereka akan dicibir dan tidak dihargai publik.

IPW juga mendesak Polda Sumbar supaya memproses kasus ini dengan Promoter. Selain dikenakan pasal telah melakukan penganiayaan, pengendara moge itu harus dikenakan pasal berlapis, yakni melawan aparatur negara.

“Sebaiknya kasus ini diselesaikan di pengadilan agar ada efek pembelajaran dan agar pengendara moge tidak bersikap seenaknya ugal-ugalan dan pimpinannya tidak arogan atau menganggap sepele persoalan yang ada, yang sudah membuat masyarakat terluka,” pungkas Neta.

Editor : Daus

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *