Ini Kronologis Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK

  • Whatsapp
Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK (istimewa/ceklissatu)

JAKARTA, CEKLISSATU – Aksi tindak pidana korupsi berupa penerimaan uang suap atas proyek ganti rugi tanah terbongkar usai Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) kedapatan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirumah dinas Wali Kota Bekasi.

Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan kronologis OTT dan siapa yang terlibat serta menjadi tersangka, termasuk bukti-buktinya. Menurut Firli, pada kegiatan tangkap tangan tim KPK mengamankan 14 orang pada Rabu (5/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB di beberapa tempat wilayah di Kota Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta.

Bacaan Lainnya

14 orang tersebut diantaranya RE, Wali Kota Bekasi 2018-2022, AA Swasta Direktur PT ME, NP  Makelar Tanah, BK Staf sekaligus Ajudan RE, MB Sekretaris Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi, HR Kasubbag TU Sekretaris Daerah Kota Bekasi, SY Direktur PT KBR dan PT HS,

HD Direktur PT KBR dan PT HS, MS Camat Rawalumbu, JL Kepala Dinas Kawasan Perumahan/Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, AM Staf Dinas Perindustrian, MY Lurah Kati Sari, WY Camat Jatisampurna dan LBM Swasta.

Firli menjelaskan, OTT juga bermula dari laporan masyarakat atas informasi adanya dugaan penyerahan uang kepada penyelenggara negara. Selanjutnya KPK pada 5 Januari 2022 tim bergerak menuju lokasi Ibukota Bekasi.

Tim mendapatkan informasi jika uang akan diserahkan oleh MD selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi kepada Wali Kota Bekasi

Tim KPK melakukan pengintaian dan mengetahui jika MD telah memasuki rumah dinas Wali Kota Bekasi dengan membawa sejumlah uang dan duga telah diserahkan kepada Wali Kota Bekasi.

Selanjutnya segera pukul 14.00 WIB tim bergerak mengamankan MD saat keluar rumah dinas Wali Kota Bekasi. Kemudian, tim KPK juga memasuki rumah dinas wali kota dan mengamankan beberapa pihak diantaranya RE, MD, DK dan beberapa orang kepercayaannya.

Selain itu, tim KPK juga menemukan bukti uang dengan jumlah yang fantastik miliaran rupiah dalam bentuk pecahan rupiah.

“Secara pararel tim juga melakukan penangkapan terhadap beberapa pihak swasta antara lain MT, AA, SY. Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan secara intensif,” ucapnya.

Malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, lanjutnya, tim KPK juga telah mengamankan pihak lainnya yakni MS dan JL di kediamannya masing-masing. Pada pukul 17.30 WIB tim KPK kembali mengamankan dua orang atas nama WY dan LBM beserta barang bukti uang ratusan juta dalam bentuk rupiah.

“Seluruh bukti uang yang telah disita oleh KPK kurang lebih Rp3 miliar dan buku rekening bank dengan saldo sekitar Rp2 miliar. Jadi jumlah uang bukti kurang lebih Rp5,7 miliar. Yang disita Rp3 miliar berupa uang tunai dan Rp2 miliar dalam buku tabungan,” terangnya.

Selanjutnya dikatakan Firli, pihak-pihak tersebut menyerahkan sejumlah uang melalui perantara orang orang yang merupakan kepercayaan yakni JL yang menerima uang sejumlah Rp4 miliar dan LBM.

“WY yang menerima uang sejumlah Rp3 miliar dari MS dan mengataskan sumbangan ke salah satu masjid milik keluarga RE sejumlah Rp100 juta dari SY,” katanya.

“Tersangka RE juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada pemerintahan Kota Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya di Pemerintah Kota Bekasi,” sambungnya.

Uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional tersangka RE yang dikelola oleh MY yang pada saat dilakukan OTT tersisa uang sejumlah Rp600 juta.

“Tidak ada uang operasional yang disita KPK. Disamping itu, terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kontrak di pemerintahan Bekasi, RE diduga menerima sejumlah uang Rp300 juta dari AA melalui MB,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *