Ingat! Hari Ini Bogor, Sukabumi Hingga Cianjur Berlakukan Ganjil Genap

  • Whatsapp
Suasana lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jum'at (10/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memutuskan untuk memperluas kebijakan ganjil genap di Kawasan Puncak Raya. Hari ini, Jum’at (10/9/2021) serentak akan berlakukan uji coba ganjil genap di lima daerah yang bersinggungan dengan Kawasan Puncak.

Lima wilayah yang akan memberlakukan kebijakan uji coba ganjil genap yakni, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, hingga Cianjur. Kebijakan ini akan diberlakukan pada akhir pekan, Jum’at, Sabtu, dan Minggu.

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan rapat koordinasi bersama Wakapolda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Eddy Sumitro Tambunan beserta lima Polres wilayah hukum Polda Jawa Barat, mereka sepakat untuk memperluas kebijakan ganjil genap setidaknya ada sebanyak 14 titik yang akan dilaksanakan selama 24 jam.

Pantauan ceklissatu.com di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor hingga pukul 09.45 WIB arus kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Puncak nampak ramai lancar. Belum terlihat adanya kepadatan menuju kawasan wisata tersebut.

Begitu pula dengan arus sebaliknya dari arah Puncak menuju Jakarta dan sekitarnya juga terlihat lancar. Berdasarkan informasi yang diterima ceklissatu.com pemberlakuan uji coba ganjil genap akan berlangsung siang hari.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan pemberlakuan uji coba ganjil genap di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor akan diberlakukan selama 24 jam.

“Kita ini kan inginnya melihat Puncak ini menjadi nyaman, enak didatangi masyarakat dan masyarakat berwisata dengan nyaman,tenang, dan lancar juga,” ungkap Harun, Kamis (9/9/2021).

Harun memastikan, pihaknya akan berupaya agar membuat Kawasan Puncak menjadi lancar apapun kebijakannya. “Jadi keputusan apapun peraturan apapun akan kita laksanakan, tujuan satu untuk memperlancar dan kenyamanan masyarakat untuk berpariwisata di Kawasan Puncak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kebijakan itu diambil guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan di Kawasan Puncak serta untuk menyamakan kebijakan dalam menekan laju pandemi Covid-19 khususnya di tempat wisata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *