Hasil Swab, Puluhan Wartawan Pokwan Negatif

BOGOR, Ceklissatu.com – Setelah lebih dari satu pekan menunggu, akhirnya puluhan wartawan yang tergabung di kelompok Wartawan DPRD Kabupaten Bogor bisa bernafas lega. Hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) para pewarta tersebut menunjukan negatif.

“Hasilnya saya ambil semalam, dan hasil teman-teman (wartawan) semuanya negatif, ” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Mike Kaltarina, Rabu (7/10).

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Wartawan DPRD Kabupaten Bogor, Saeful Ramadhan mengatakan hasil swab test negatif ini menjadi kabar baik bagi teman-teman wartawan yang sudah 9 hari menjalani isolasi mandiri. “Terima kasih kepada teman-teman Pokwan yang dengan sadar mengambil sikap untuk mengisolasi diri, membatasi interaksi. Karena kita tidak tahu apakah kita terpapar atau tidak, maka berhati-hati itu pilihan yang paling baik,” katanya.

Dalam mengisi hari menjalani isolasi, lanjutnya, Anggota Pokwan mengisi hari dengan aktifitas positif dan penuh kegembiraan. Menurut dia, banyak hikmah dari masa-masa ini, antara lain untuk menjaga dunia jurnalis, dengan mengedepankan keselamatan wartawan dan akurasi data. “Dan kita hari ini semakin sadar bahwa kita hidup di masa pandemi, dan kita harus bersinergi mengadapi masa-masa ini. Kami juga berterima kasih kepada pihak yang telah membantu kami di masa isolasi mandiri,” katanya.

Saeful menambahkan, ada beberapa hal yang barangkali bisa dijadikan bahan evaluasi penanganan pandemi covid-19 di Kabupaten Bogor ke depan. Perbaikan antara lain soal tracing yang masih sangat lemah. “Kami merasa tidak ada inisiatif dan respon cepat dari gugus tugas Covid di Kabupaten Bogor untuk mengambil langkah penanganan terhadap orang yang sempat kontak erat dengan pasien positif,” katanya.

Dan hal ini sudah direspon oleh Bupati Bogor Ade Yasin dengan melakukan evaluasi menyeluruh kerja gugus tugas sekaligus mengubah gugus menjadi satgas.

“13 Intruksi terbaru Bupati sepertinya cukup untuk membuat kinerja satgas lebih baik lagi, lebih agresif, responsif dan yang paling penting terukur dan terencana. Tapi itu, bisa terjadi jika semua intruksi tersebut dilaksanakan cepat, kompak dan penuh dengan tanggung jawab,” katanya.

Dia juga berharap, Satgas lebih baik lagi dalam pengelolaan informasi dan penyampaiannya kepada publik, terutama dengan teman-teman wartawan dan media massa. Informasi yang baik dimaksud bukan hanya soal penambahan jumlah kasus baru, tetapi berkaitan juga dengan kerja sektor lain mengingat pandemi juga berdampak ke semua sektor.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *