Hari Pahlawan, FMB Doa Bersama di Makam Pejuang Rumpin yang Dibakar Belanda

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com–Sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang, Forum Mahasiswa Bogor (FMB) menggelar ziarah ke makam Prada Samalwi di Kampung Gardu, Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Sebelum melakukan ziarah ke makam Prada Samlawi, Forum Mahasiswa Bogor tersebut melakukan ziarah di makam Sholeh Iskandar. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk refleksi perjuangan para pahlawan.

Ketua FMB Raju Zalikal Azhari, mengatakan, bahwa dalam rangka refleksi hari pahlawan nasional, dirinya bersama anggota mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

“Pada momentum Hari pahlawan Nasional 2021 ini, kami mengadakan kegiatan napak tilas ke beberapa makam pejuang diantarnya makam KH Sholeh Iskandar dan makam Prada Samlawi di Rumpin,’’terang lelaki yang disapa Joy.

Joy mengaku, selain itu kegiatan ini tiada lain, bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme. Sehingga dalam momentum Hari Pahlawan Nasional ini, jangan sampai hanya jadi peringatan yang sifatnya ceremonial belaka.

“Karena berbicara pahlawan artinya berbicara perjuangan, dan berbicara perjuangan erat kaitannya dengan estafet. Artinya hari ini kita bukan hanya menikmati hasil dari perjuangan para pahlawan, lebih dari itu kita harus meneruskan perjuangan para pahlawan,”tegasnya.

Sementara itu, Mulya Diva salah satu tokoh pemuda asal Rumpin, yang juga penulis buku Prada Samlawi “Prajurit Asal Rumpin yang Patriotik” mengapresiasi mengapresiasi kedatangan rekan-rekan FMB ke makam salah satu pejuang asal Rumpin. Pemuda yang juga penulis buku Prada Samlawi.

“Saya pribadi mewakil keluarga Prada Samlawi mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan temen-temen dari Mahasiswa Bogor,’’terang Ozos sapaan akrabnya.

Ozos mengatakan perlu diketahui, Prada Samlawi gugur pada tahun 1948 pada saat pertempuran. Namun sebagai bentuk penghormatan, Samlawi diabadikan namanya pada ruas jalan utama di Kecamatan Rumpin.

“Semoga kedatangan temen-temen mahasiswa ini, bisa melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran,’’terang Ozos.

Ozos berharap, dengan kondisi makam Prada Samlawi yang sangat memprihatinkan, Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memagar makam pejuang pada umumnya. Karena Prada Samlawi saat gugur sangat memilukan.

“Prada samlawi itu yang saya dapat dari keterangan warga, gugurnya sehabis shalat dzuhur, langsung ditarik dibakar dan diseret oleh belanda. Allmarhum masih bernapas, namun saat itu langsung dihujani peluru hingga wafat di Cigudeg,’’tukas Ozos.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *