Harga Rokok di Warung-warung Masih Normal

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah telah menetapkan tarif cukai rokok naik sebesar 12,5% dan efektif per Februari bulan ini.

Pantauan ceklissatu.com warung sembako yang ada di Jalan Raya Semplak, Kota Bogor, untuk harga rokok di warung tersebut masih normal belum ada kenaikan.

Bacaan Lainnya

“Belum ada yang naik ah harga rokok, tapi gak tau deh kalau besok belanjaan baru naik mungkin,” Ujar pemilik warung, Senin (1/2/2021).

Pemilik warung pun mengaku tidak keberatan jika harga rokok naik nantinya.

“Kebetulan saya bukan perokok, jadi saya tidak merasakan kerugian atas naiknya harga rokok,” ungkapnya.

Lain halnya dengan salah satu perokok aktif yang berstatus sebagai Mahasiswa disalah satu Universitas di Kota Bogor, biasa disapa Ranggi (21) Ia mengaku keberatan jika harga rokok naik.

“Duh saya keberatan banget kalau emang naik, tapi gimana mau gak mau harus dibeli karena udah candu jadi susah buat berhenti,” ungkapnya.

Berikut rincian kenaikan tarif cukai untuk rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) antara lain:

Tarif cukai SKM golongan I sebesar 16,9%
Tarif cukai SKM golongan II A sebesar 13,8%,Tarif cukai SKM golongan II B sebesar 15,4%,Tarif cukai SPM golongan I sebesar 18,4%,Tarif cukai SPM golongan II A sebesar 16,5%, Tarif cukai SPM golongan II B sebesar 18,1%,Tarif cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) tidak naik.

Merek rokok yang termasuk SKM, di antaranya A Mild, Djarum Super, Gudang Garam Surya, dan Esse Mild.

Sementara merek rokok jenis SPM, di antaranya Marlboro, Mevius, Lucky Strike, Dunhill, dan Esse Blue.

Untuk rokok jenis SKT tidak naik, dijual merek Dji Sam Soe, Djarum Coklat, Gudang Garam Merah, Apache Kretek, dan lainnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *