Harga Minyak Goreng Bikin Pedagang Gorengan Menjerit

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Harga bahan pangan bergerak naik di pasar tradisional yang ada di selatan Kabupaten Bogor, pada awal November 2021.

Komoditas cabai dan minyak goreng merupakan yang paling parah.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat pedagang dan ibu rumah tangga menjerit.

Pedagang gorengan yang mangkal di pintu perempatan Ciawi, Dede Yusuf mengatakan, saat ini harga minyak goreng curah menembus Rp19 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya paling mahal Rp15 per kilogram.

“Otimatis kami para pedagang menjerit,” ucap dia, Minggu (7/11/2021)

Dia mengaku, dalam sehari membutuhkan 3-5 kilogram minyak goreng curah. Dengan naiknya harga, membuat biaya operasional membengkak.

Namun begitu, Suparno tetap menjual dagangannya seperti biasa. Tidak menaikan harganya. “Harga sama Rp1.000 per biji. Untuk ukuran pun sama, tidak dikurangi takaran dan bentuknya. Intinya daripada tidak ada yang beli,” katanya.

Sementara, Ibu rumah tangga, Indah Dewi mengaku, membutuhkan 3 kilogram minyak goreng untuk usaha cateringnya.

“Kenaikan minyak goreng di luar dugaan, pasalnya terjadi saat harga-harga kebutuhan lainnya justru sedang stabil. Selain minyak paling cabai yang naik, tapi memang tidak tinggi,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Kelembagaan DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Bogor, Cecep Dinar Hidayat mengatakan, sejak akhir Oktober hingga awal November 2021, terjadi perubahan harga bahan pangan, paling mencolok adalah minyak goreng.

“Harga minyak goreng curah yang semula Rp15 ribu per liter kini naik Rp20 ribu. Bahkan, harga minyak goreng kemasan per liter yang semula per liter Rp15 ribu kini naik dua kali lipat Rp28 ribu. Bahkan minyak goreng yang sudah punya brand harganya Rp35 ribu per liter,” kata dia.

Dia mengaku tidak mengetahui apa penyebab harga minyak goreng melonjak tinggi.

Namun dengan cuaca ekstrim seperti sekarang, dia khawatir akan membuat komoditi pangan lainnya berubah harga.

“Pengalaman yang sudah-sudah, ketika cuaca seperti sekarang akan menyebabkan harga sembako naik.
Peningkatan harga sembako ini biasanya dimulai dari cabai dan bawang, harganya bisa dua kali lipat dari harga normal,” katanya.

Untuk komoditi cabai merah dan rawit, bila cuaca buruk seperti ini biasanya bisa mencapai Rp50-60 ribu per kilogram. Demikian pula untuk bawang, kondisinya akan sama.

Padahal harga normal cabai rawit dan merah cuma Rp25 ribu per kilogram. “Tapi Alhamdulilah sekarang ini masih normal harganya,” ucapnya. ACH

Berikut harga kebutuhan pokok minggu IV Oktober 2021 yang dirilis Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor

1. Beras termurah harga Rp7.500 per kilogram
2. Beras sedang harga Rp9.000 per kilogram
3. Beras termahal harga Rp12.000 per kilogram
4. Gula pasir harga Rp13.000 per kilogram
5. Gula merah harga Rp16.000 per kilogram
6. Bawang merah Rp25.000 per kilogram
7. Bawang putih Rp24.000 per kilogram
8. Cabe merah Rp35.000 per kilogram
9. Cabai merah keriting harga Rp35.000 per kilogram
10. Cabai rawit hijau Rp25.000 per kilogram
11. Cabai rawit merah Rp25.000 per kilogram
12. Daging ayam Rp36.000 per kilogram
13. Daging sapi Rp120.000 per kilogram
14. Telur ayam Rp19.000 per kilogram
15. Minyak goreng curah Rp16.000 per kilogram.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *