Hampir 7 Bulan Bocah 7 Tahun Alami luka Bakar, Pihak Keluarga Kini Butuhkan Bantuan

  • Whatsapp

CIANJUR, Ceklissatu.com – Berhati hatilah jika anak anda bermain Api, uwngan sampai keselamatannya terancam, seperti di Cianjur misalnya. Muhamad Ridwan (7) anak ke tiga dari pasangan Deudeu (40) dan Sobarna (45) warga Kampung Muhara RT 03/03, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami luka bakar di paha hinga lutut dan betis kaki Kanan akibat bermain api.

Deudeu Ibu Kandung Muhamad Ridwan mengatakan, peristiwa itu terjadi sudah hampir 7 bulan, nanun sampai saat ini belum pernah dibawa ke Rumah sakit karena terbentur masalah biaya.

Bacaan Lainnya

“Si Ade itu lagi main terus nyalain Api pake plastik, terus sesudah nyala, si Api itu disiram pake sepertus, mungkin sepertusnya nyiprat ke kaki dan
kecelana jadi kebakar itu kaki dan celananya,” kata Deudeu di rumahnya, Selasa ( 23/11/21 ).

Dede menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sudah 6 bulan dan sekarang menginjak bulan ke 7 namun belum pernah dibawa ke rumah sakit.

“Baru dibawa aja sih ke tukang pijit belum pernah dibawa kerumah sakit, jadi belum tau hasil medis itu seperti apa, namun pihak pemerintahan Desa setempat dengan bidan sudah pernah menengok kesini namun belum bilang apa apa, ” ujar Deudeu.

Pada pemberitaan sebelumnya, Deudeu ( ibunda M Ridwan ) sempat bingung dengan pengobatan jika harus dirawat karena ia baru saja melahirkan selain itu Muhamad Ridwan belum terdaftar di BPJS ( KIS ) maka dirinya bingung dengan perekonomian atau biaya yang harus dikeluarkan.

Namun saat ini ia berharap ada uluran tangan dari para donatur karena melihat kondisi anaknya yang belum bisa berjalan dengan normal dan hanya bisa merangkak dengan kaki yang mengalami luka tersebut.

“Iya saya ingin anak saya sembuh dan bisa berjalan dengan normal seperti biasanya, ingin seperti anak anak yang lainnya dan bisa dapat sekolah,” harap Deudeu sembari menangis.

Karena terbentur biaya, Deudeu menyebutkan bahwa saat ini, anaknya tersebut tidak diobati hanya dibiarkan begitu saja, dan hanya trapi biasa belajar jalan, namun yang saya hawatirkan meskipun sekarang anak saya tidak merasa sakit namun takut selamanya berjalan seperti ini, dan sekarang ia sering merasakan gatal.

” Kalo sakit sih engga katanya, cuman paling gatal gitu,” tuturnya.

Sementara pihak Desa Sukamulya, Kecamatan Cikalongkulon, melalui Sekdes Sukamulya, Suardi Ardiansyah, mengatakan bahwa sudah mengetahui adanya korban itu, namun menurut keterangan RT setempat, dan Kadus yang bersangkutan tidak mau dibawa kerumah sakit dengan alasan ibunya sedang menyusui anaknya yang baru lahir, dan yang kedua terbentur dengan biaya. Tepi pihaknya waktu itu menyarankan untuk masalah kerumah sakit itu dapat dibantu oleh pihak Desa dengan rujukan ke Dinas Sosial, tetapi kekeh pihak keluarga tetap menolak.

” Dulu pernah ada laporan dari pa RT katanya ada korban seperti itu, terus kita arahkan agar dibawa kerumah sakit aja, namun kata pa RT sama Pak Kadus yang bersangkutan tidak mau, karena yang bersangkutan waktu itu kalo tidak salah sedang menyusui anaknya yang baru lahir repot dan sebagainya, dan faktor yang kedua mungkin karena faktor ekonomi juga, namun disarankan oleh pemerintah desa untuk dibawa kerumah sakit dengan rujukan ke dinas sosial, namun pihak keluarga tidak bersedia karena alasan, repot dan sebagainya,” pungkas Sekdes Sukamulya, Suardi di ruang kerjanya, kepada sejumlah wartawan.

Disinggung dengan bersedianya pihak korban ( orang tua ) untuk dapat pengobatan yang serius pihak desa mengatakan bahwa akan membantu mobilitas dan menjembatani rujukan ke Dinas Sosial dengan bantuan TKS juga, karena kebetulan anaknya ( korban ) juga belum terdaftar di BPJS PBI ( Penerima Bantuan Iuran ).

“Terus kemarin alhamdulilah dari pihak karangtaruna sudah menggalang dana dari warga warga dan Masyarakat sekitar dan susah terkumpul sejumlah uang, namun saya juga belum mengkonfirmasi kepada mereka berapa jumlah uang yang terkumpul, dan mereka juga nanti ketika menyerahkan bantuan, meminta saya untuk mendampingi, tetapi saya untuk saat ini mas,”tegasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *