Gunakan Dana CSR Plat Merah, Pembangunan Proyek Pancakarsa Diduga Tidak Transparan 

Ini mau di bangun taman apa tempat peternakan ya. Kok pembangunannya seperti asal-asalan

BOGOR, CeklisSatu.com –Proyek  Pembangunan Taman Pancakarsa di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dinilai asal-asalan dan terlihat setengah hati.

Bacaan Lainnya

Dari pantuan di lokasi, Senin (10/2/2020), nampak taman tersebut tidak seperti ruang terbuka hijau. Warga yang berkunjung malah menyebut mirip dengan tempat peternakan hewan atau juga lebih mirip seperti tempat rest area.

“Ini mau di bangun taman apa tempat peternakan ya. Kok pembangunannya seperti asal-asalan,” tutur Roni (45), salah satu warga Nanggewer.

Padahal Taman Pancakarsa merupakan ruang terbuka hijau yang akan di jadikan taman percontohan di Kecamatan Cibinong maupun kabupaten, sesuai harapan Bupati Bogor Ade Yasin.

Proyek yang menelan anggaran Rp3,4 miliar tersebut juga patut diduga tidak transparan, pasalnya proyek tersebut bersumber dana dari CSR salah satu Bank milik plat merah di wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan sumber yang diterima, pembangunan taman tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dan Bank Jabar. Dengan pelaksana pembangunannya dilakukan oleh PT. Sapta Bangun Nusantara (SBN).

Menyikapi persoalan itu, Direktur LPKP (Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah), Rahmatullah, menilai pelaksana pembangunan Taman Pancakarsa kurang profesional dan tidak transparan.

“Lambannya pembangunan ini. Sehingga tersendat-sendat mungkin karena kurang profesionalnya pihak pelaksana,” ujar Alonk sapaan akrab Rahmatullah, pria yang selalu lantang dalam menyikapi ketidaktransparannya pembangunan dan kebijakan pemerintah.

Menurut Alonk pembangunan itu tidak sesuai dengan visi dan misi bupati. Selain itu pembangunan tersebut seperti tidak mengindahkan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan diduga tidak sesuai dengan Kep.Men BUMN. No. 5 / th 2007.

Sementara itu, ketika CeklisSatu.com mengonfirmasi Dirut PT SBN sebelumnya meminta agar dapat jumpa hari senin 10/2020.

Namun ketika hari ini (red) Senin (10/2020) seperti yang di janjikan Joko selaku Direktur PT. SBN mengaku tengah rapat.

“Saya sedang rapat dengan H. Lulung, mengenai anggaran nanti saya sampaikan karena ada di TJSL,” ujar Joko.

Bahkan dirinya menepis jika pelaksana bukan pihaknya. Pengawas TJSL pihaknya hanya sebagai konseptor/perencana.

“Lebih jelasnya bapak datang ke TJSL biar jelas,” cetusnya.

Penulis : Teguh Walinsa

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *