Gudang  Telur Infertil di Leuwisadeng  Didatangi Pol PP Kecamatan 

  • Whatsapp

BOGOR,  Ceklissatu.com — Pol PP Kecamatan  Leuwisadeng, Kabupaten melakukan sidak ke tempat atau distributor telur yang berada di Desa Babakan Sadeng. Sidak itu dilakukan lantaran adanya aduan di wilayah Leuwisadeng  ada distributor  telur yang diduga tidak layak konsumsi.

Menanggapi  hal itu Kanit Satpol-PP Kecamatan Leuwisadeng Cecep Tarmizi mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan terkait distributor telur diduga infertil berada di wilayahnya. Sehingga, pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi.

Bacaan Lainnya

” Ternyata memang ada penjualan telur tersebut sehingga kita meminta pertanggung jawaban kepada distributor tersebut, jangan sampai telur yang tidak layak dikonsumsi terjual bebas kepada masyarakat, sehingga pihak distributor siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ternyata pengolahan terlur itu melalui proses penyortilan , mana saja telur yang dianggap layak di jual dan mana telur yang tidak layak di jual.

“Telur tersebut bertahan sampai 5 hari seperti yang di temukan di pasar Leuwiliang, mengingat distributor jumlahnya sangat banyak, sehingga ditemukannya nama pak Zen sehingga kita menindak lanjuti laporan tersebut,” cetusnya.

Dirinya menegaskan, kepada distributor agar menjual telur yang layak untuk dikonsumsi. Sedangkan, telur yang tidak layak dikonsumsi tidak boleh di jual bebas ke masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kita hanya merekomendasikan izin dari MUI dan dari izin-izin dinas terkait, saya menekankan kepada distributor terkait telur yang layak dikonsumsi silahkan untuk di perjual belikan,”katanya.

Sementara itu, Distributor telur Ahmad Fauzan mengaku, telah mengantongi izin usah telur tersebut mulai dari tingkat Kecamatan hingga Kabupaten.

“Awalnya pengencer, sekarang jadi distributor pun belum lama, saya hanya merangkap saja jadi distributor karena kekurangan barang, seleksinya tetap masih ngecer juga,” kilahnya.

Dalam satu hari, Ahmad Fauzan mengatakan, dirinya memproduksi sebanyak 10 ribu butir telur bahkan bisa lebih dari itu.

“Gak banyak, jadi kalo orang bilang saya distributor besar itu salah,” ujarnya.

Dirinya mengaku, terkait produksi telur hasil olahannya tersebut sudah memiliki beberapa perizinan dari dinas penanaman modal dan memiliki hasil test laboratorium terkait telur tersebut.

“Kalo saya pribadi kalo mengikuti perizinan tentunya layak, karna hasil olahan, kita seleksi satu persatu, sehari-hari saya makan telur itu. Telur tersebut ada 4 katagori, yang pertama yang layak konsumsi, yang kedua ada ayamnya, ketiga yang cair dan yang ke empat yang limbah untuk pakan ikan lele,” jelasnya.

Namun, Ia pun tidak begitu mengetahui begitu pasti telur yang layak dikonsumsi manusia seperti apa dan telur yang tidak dikonsumsi.

“Kalo saya sendiri saya kurang paham ya, alasan tidak layaknya dimana, karna kan kita sudah ada izin, kalo izin kan bukan sembarang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, telur infertil yang ia produksi itu mampu bertahan sampai tiga hari. Jika lewat dari itu maka kondisi telur akan mengalami kebusukan karena tidak dapat bertahan lama.

“Perbedaan tidak jauh beda antara telur infeltir dengan telur biasa, kalau telur matang bedanya agak keras saja dengan telur biasa, tapi sama saja, cuma daya tahannya saja gak lama, kalau tidak cepat dimasak 3 hari sudah busuk,” paparnya.

Sebelumnya, Beredar kabar adanya penjualan telur diduga tidak layak konsumsi di Pasar Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang mendapat respon dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor melakukan pengecekan ke pasar tradisional tersebut pada, Kamis (21/10/2021), lima orang pedagang telur dipanggil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *