Gara-gara Tak Mampu Bayar Tunggakan, Ijazah Siswa SMPN 1 Ciomas Bogor Ditahan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – SMP Negeri 1 Ciomas, yang terletak di Jalan Raya Ciomas Cibinong, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diduga menahan ijazah siswa. Dugaan penahanan ijazah itu terbongkar saat salah satu orang tua siswa, Evi Yanah bercerita ke sejumlah awak media di rumahnya.

Evi menceritakan bahwa anaknya bernama Ferry Ardiansyah sudah lulus dari SMPN 1 Ciomas tahun 2021 ini. Namun setelah lulus, ijazahnya tidak bisa diambil karena masih menunggak uang bangunan yang belum terselesaikan.

Bacaan Lainnya

“Jadi awalnya itu waktu anak saya ke sekolah mau ambil ijazah, tapi pas pulang anak saya malah nangis sambil bilang ijazah belum bisa diambil, katanya masih ada tunggakan uang bangunan sebesar Rp 800 ribu lebih,” ujar Evi saat membuka kronologi penahan ijazah yang diduga ditahan pihak sekolah kepada wartawan.

Janda beranak 4 ini melanjutkan, bahwa uang sebesar itu baginya terlalu berat. Karena, untuk makan sehari-hari saja tidak menentu. Untuk itu, Ia pun mencoba mengadu ke kepala desa dengan tujuan agar ijazah anaknya bisa diambil.

“Pas dengar ijazah anak saya tidak bisa diambil, saya coba ngadu ke kepala desa yang dulu (mantan kepala desa, red), dengan harapan ijazah anak saya bisa diambil, tapi kan sekarang beliau tidak lagi menjabat di desa ini (Desa Ciapus),” kata Evi.

Karena bingung tidak punya uang, Evi pun tidak berani ke sekolah. “Selain tidak bisa diambil ijazah (aslinya), kata anak saya pihak sekolah juga tidak memberikan fotocopy-nya, alasannya harus lunas dulu,” lanjut Evi sembari menangis dihadapan wartawan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Ciomas yang saat ini dijabat Plt Rahmat Padilah (Kepala SMPN 2 Dramaga) mengaku memang ada sejumlah ijazah yang belum diambil. Namun dirinya membantah bahwa sekolahnya itu bukan menahan ijazah siswa.

“Saya menjabat sebagai Plt di sini sejak April lalu, dan permasalahan ini di masa saya, jadi saya harus bertanggung jawab. Kemudian saya juga selalu sampaikan kepada wakil kepala sekolah, humas dan petugas TU untuk tidak menahan ijazah, semuanya harus dibagikan meskipun masih ada tunggakan atau apapun itu,” ungkap Rahmat di ruang kerjanya.

Dengan adanya kejadian ini, Rahmat meminta maaf dan mengakui kesalahannya, meskipun bukan dirinya yang menahan ijazah siswa. “Saya secara pribadi maupun kedinasan menyampaikan permohonan maaf, meski ini mungkin dilakukan oleh staf saya atau guru-guru yang ada di sini, saya sebagai pimpinan menyampaikan permohonan maaf. Ini terjadi miskomunikasi saja, karena kan saya harus berbagi tugas di sekolah SMPN 2 Dramaga,” jelasnya.

Usai perdebatan yang cukup panjang, akhirnya sejumlah ijazah siswa yang belum diambil, termasuk ijazah Fery Ardiansyah pun diserahkan langsung oleh Rahmat Padilah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *