Eka Wardhana Lepas 16 Atlet Petanque Untuk Mengikuti Kualifikasi di Cimahi

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Sebanyak 16 atlet Petanque Kota Bogor mengikuti kualifikasi di Cimahi, Jawa Barat. Sebelum bertolak ke Cimahi, belasan atlet tersebut dilepas Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Bogor, Eka Wardhana di gedung DPRD Kota Bogor.

Eka Wardhana yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini mengatakan, bahwa olahraga petanque ini merupakan olahraga lama tetapi belum memasyarakat di Kota Bogor.

Bacaan Lainnya

“Olahraga ini bisa dilakukan oleh siapapun karena ini termasuk olahraga ketangkasan yang butuh konsentrasi seperti halnya olahraga catur. Namun perbedaannya olahraga ini menggunakan bola petanque,” kata Eka sebelum melepas atlet petanque.

Lanjut Eka, saat ini para atlet petanque Kota Bogor mendapat kesempatan untuk mengikuti babak kualifikasi di Cimahi. “Di babak kualifikasi ini kita menurunkan 16 atlet yang terbilang sangat muda karena di isi oleh para pelajar Kota Bogor,” ujarnya.

Ia pun mengaku optimis para atlet yang akan mengikuti kualifikasi itu bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Kota Bogor, mengingat bahwa atlet-atlet yang dimilikinya itu pernah menjadi juara 3 tingkat pelajar nasional.

“Memang FOPI Kota Bogor ini baru terbentuk kurang lebih satu tahun, tetapi saya sangat optimis atlet kita ini bisa bersaing dengan atlet-atlet Petanque yang ada di Jawa Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Eka, bahwa olahraga petanque ini berasal dari Prancis dan sudah ada sejak perang dunia ke II, bahkan sudah ada kejuaraannya tingkat internasional yaitu Olimpiade.

“Jadi olahraga ini akan kita sosialisasikan kepada masyarakat, terlebih kepada para pelajar di Kota Bogor, dengan tujuan agar olahraga petanque bisa dikenal dan juga diminati oleh pelajar secara luas,” jelasnya.

Kualifikasi yang terselenggara di Cimahi ini, kata Eka, sekaligus untuk mempersiapkan diri menjelang Porda 2022 di Ciamis. “Saya pikir dengan modal menjadi juara 3 menjadikan kita optimis, meskipun kita menyadari dalam melakukan pembinaannya belum maksimal,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *