Dua Tahun Pandemi, DPRD Sebut Disdik Tak Prioritaskan Pembangunan Manusia

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto

BOGOR, Ceklissatu.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengaku tak habis pikir saat mengetahui pengajuan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) masih didominasi untuk pembangunan rehabilitasi dan pengadaaan meubeuleur.

Rudy menilai hal tersebut bukan menjadi yang utama dalam kondisi saat ini. Disdik, kata dia, seharusnya lebih mengedepankan program untuk membuat konsep sistem pendidikan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Misalnya denhan menggandeng akademisi dan peneliti.

Bacaan Lainnya

“Kita punya IPB, UNHAN, dan LIPI, kami minta agar Disdik melibatkan para akademisi dan peneliti dari lembaga-lembaga tersebut untuk membangun konsep pendidikan yang terbaik untuk diterapkan di kabupaten Bogor,” tegas Rudy.

Dia mengaku selama dua tahun pandemi ini belum melihat adanya terobosan yang dilakukan Disdik Kabupaten Bogor untuk konsep pendidikan tersebut.

“Sampai hari ini sudah hampir dua tahun pandemi, saya belum melihat terobosan dari Dinas Pendidikan. Prioritasnya masih hanya sekitar proyek fisik berupa bangun RKB, rehab kelas dan pelatihan-pelatihan. Tidak ada satu juta rupiah pun yang digunakan untuk membangun sebuah sistem pendidikan yang cocok diterapkan di tengah masa pandemi saat ini,” cetusny.

Padahal, kata Rudy, pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 dan belum bisa diprediksi kapan akan berakhir merupakan kondisi yang tidak baik-baik saja untuk sektor pendidikan. Fenomena disrupsi yang merubah tata kelola berbagai sektor menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang terdidik dan adaptif dengan berbagai kondisi yang cepat sekali berubah.
“Investasi terbaik saat ini bukan properti, bukan deposito, tapi sumber daya manusia. Dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas ada di sektor pendidikan,” tegasnya.

Menurut Rudy, kegiatan Belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan berdampak pada turunnya kualitas pendidikan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua siswa bisa mengakses pembelajaran dengan peralatan yang memadai. Bahkan, sekalipun untuk siswa yang keluarganya mampu memfasilitasi, pemanfaatannya juga tidak efektif karena game online dan berbagai konten digital menyita waktu belajar siswa.

“Anak-anak yang tahun lalu masuk SMP sekarang sudah kelas 2, dan kalau tahun depan pandemi masih belum terkendali lalu mereka lulus SMP dengan Ijazah SMP tetapi kualitas pendidikannya masih SD. Demikian juga mereka yang lulus SMA,” papar Rudy.

Artinya, kata Rudy, Kabupaten Bogor kehilangan satu generasi SMP dan SMA.

“Padahal, generasi muda terdidik tersebut sangat dibutuhkan untuk regenerasi berbagai sektor,” tandas Politisi Gerindra itu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *