DPRD Nilai Impor Beras Adalah Hal Mubazir

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Agus Salim menilai rencana impor beras yang akan dilakukan pemerintah pusat adalah sesuatu yang mubazir. Terlebih saat ini cadangan pangan di Indonesia masih dalam kondisi normal.

“Ini kan sesuatu yang mubazir. Apalagi di Kabupaten Bogor lumbung padi kita masih aman,” kata Agus, Kamis (25/3/21).

Bacaan Lainnya

Jika melihat dari data yang disampaikan oleh Ombudsman Republik Indonesia, stok beras milik Perum Bulog per tanggal 14 Maret 2021 mencapai angka 883.585 ton. Dengan rincian 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dan 23.708 ton stok beras komersial.

Dari jumlah stok CBP yang ada saat ini, terdapat stok beras yang berpotensi turun mutu sekitar 400 ribu ton, yang berasal dari pengadaan dalam negeri
selama periode 2018-2019, dan yang berasal importasi di 2018.

Sehingga, stok beras yang layak konsumsi kurang dari 500 ribu ton, atau sekitar 20 persen dari kebutuhan beras rata-rata tiap bulan yang mencapai 2,5 juta ton.

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Fary Francis mengatakan, pihaknya menolak keras rencana pemerintah yang hendak melakukan impor beras. Hal tersebut lantaran pada periode Januari hingga April mendatang, petani Indonesia bakal melakukan panen raya.

Menurut data BPS dan Kementerian Pertanian, potensi produksi beras pada Januari hingga April 2021 sebesar 14,54 juta ton, dan konsumsi beras sebesar 9,72 juta ton.

“Produksi beras kita ini 14,54 juta ton, sedangkan konsumsinya hanya 9,72 ton. Artinya ada sisa beras sebanyak 4,81 juta ton. Buat apa harus impor sedangkan yang ada juga belum habis,” katanya.

Pemuda Tani Indonesia juga meminta Pemerintah segera membentuk Badan Pangan Nasional sesuai amanat UU No 18 tahun 2012. Karena sudah 8 tahun pemerintah belum juga membentuk Badan Pangan Nasional yang diharapkan mampu membangun koordinasi, integrasi, dan sinergi lintas sektor serta bertanggung jawab langsung Kepada Presiden sehingga Indonesia tidak lagi Impor Pangan.

“Kami dari Pemuda Tani Indonesia akan terus mengawal pembentukan Badan ini,” tandasnya.

 

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *