DPRD Kota Bogor Soroti Pembangunan Infrastruktur yang Dikerjakan Diakhir Tahun

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Menjelang akhir tahun 2021 ini, sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Bogor mulai dikerjakan, salah satunya pembangunan trotoar dan jalur sepeda yang ada di Jalan Djuanda sepanjang 1 kilometer.

Pembangunan tersebut menjadi sorotan DPRD Kota Bogor. Bahkan, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trinanto pesimis melihat pembangunan dengan pagu senilai Rp 5 miliar itu bisa selesai tepat waktu, mengingat waktu tinggal satu bulan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, dirinya juga tidak yakin kualitas pembangunan tersebut sesuai dengan perencanaan. Dan Ia juga menilai pembangunan tersebut dirasa tidak berdampak pada pemulihan ekonomi di Kota Bogor.

Bukan itu saja, banyaknya proyek fisik yang sedang dibangun jelang pergantian tahun itu menunjukkan manajemen tata kelola pemerintahan yang tidak baik.

“Ini lucu, karena tahun anggaran sudah mau habis tapi ada pengerjaan yang dilakukan kurang dari satu bulan,” kata Atang kepada wartawan.

Lanjut Atang, pihaknya juga meminta tata kelola manajemen yang dilakukan pemerintah harus diperbaiki pada tahun mendatang. Sebab, semua program dan kegiatan sudah diketahui sebelum enam bulan waktu berjalan.

“Sejak awal sudah kita sampaikan bahwa pemerintah jangan terbiasa melakukan semua pekerjaan di semester terakhir atau di triwulan terakhir. Karena kita tidak bisa memastikan kejadian alam, kejadian segala macam, sehingga ini rentan terjadinya kegagalan atau tertundanya pekerjaan,” ujarnya.

Senada, Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin mengatakan, tahun 2021 ini merupakan tahun pembangunan infrastruktur. Tetapi, pihaknya menyoroti beberapa proyek strategis di Kota Bogor, terlebih pembangunan yang dilaksanakan menjelang akhir tahun ini.

“Kami sudah mendata ada beberapa pembangunan pedestrian yang dikerjakan akhir tahun. Kemudian kami pun menyayangkan sikap Pemerintah Kota Bogor karena mengalokasikan anggaran yang sifatnya bukan esensial atau prioritas,” imbuhnya.

Salain itu, pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat dalam hal ini para pedagang di Jalan Pedati yang menganggap pembangunan pedestrian, dimana didalamnya itu ada pembangunan taman yang membuat para pedagang dirugikan, karena toko atau kiosnya tertutup pembangunan taman, sehingga pendapatannya berkurang.

“Sejak awal kami komisi 3 tidak diberi informasi tentang rencana pembangunan taman di Jalan Pedati, karena ketika rapat kerja dengan dinas PUPR pun tidak ada bicara tentang taman yang akan dibangun di atas pedestrian,” katanya.

Ia pun berencana akan melakukan infeksi mendadak (sidak) ke lokasi tersebut minggu depan. “Ya, minggu depan kita akan sidak ke pembangunan taman yang ada di Jalan Pedati,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *