DPR Dinilai Terus Belajar Mendengar Aspirasi

  • Whatsapp

JAKARTA, Ceklissatu.com – Kinerja DPR RI dalam mengawasi pemerintah, khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19 dinilai sebuah hal positif untuk memperbaiki citra lembaga DPR tersebut di mata publik. DPR yang berulang tahun ke-76 pada 29 Agustus 1945 dianggap terus berbenah diri untuk menyerap seluruh aspirasi masyarakat.

“Ini langkah baik DPR yang terus belajar untuk mendengar suara rakyat yang sedang sulit di kala pandemi Covid-19,” kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, Rabu (1/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Adi, DPR yang mayoritas dikuasi koalisi partai pendukung pemerintah, justru telah membuktikan bahwa kerja pengawasannya tidak berkurang, terlebih dalam mengawasi penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah.

“Kalau di awal ada kekhawatiran publik DPR hanya akan jadi tukang stempel pemerintah, sekarang kekhawatiran itu bisa terhapus dengan kerja-kerja pengawasan DPR yang sangat menonjol di saat pandemi,” kata Adi.

“Tanpa pengawasan yang ketat dari DPR, penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah bisa melenceng dari yang seharusnya,” katanya.

Adi secara khusus memuji peran Ketua DPR Puan Maharani, yang meski merupakan pimpinan parpol terbesar pendukung pemerintah di DPR, tetap kritis terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Sikap kritis Puan soal testing, vaksinasi, PPKM dan sebagainya menujukkan fungsi checks and balances DPR terhadap pemerintah berjalan dengan baik,” jelas dia.

Soal fungsi anggaran, kata Adi, DPR bersama-sama pemerintah juga menyusun APBN yang responsif bagi penanganan pandemi Covid-19, mulai dari Perppu Nomor 1 Tahun 2020, UU APBN 2021 dan hingga kini mengawal pembahasan RAPBN 2022.

“Tanpa anggaran negara yang adaptif terhadap ketidakpastian akibat Covid-19, kebijakan pemerintah menangani pandemi bisa tidak seresponsif sekarang ini,”ujar Adi.

Dalam hal legislasi, Adi memahami rapat-rapat DPR dalam penyusunan undang-undang terhambat oleh Covid-19 yang menyerang sejumlah anggota, bahkan ada 10 anggota yang meninggal dunia.

Namun, kata Adi, seiring dengan melandainya kasus Covid-19, DPR harus meningkatkan lagi kerja legislasi sebagai bagian dari proses menyerap aspirasi rakyat.

“Jadi menyerap aspirasi rakyat harus simultan, baik di pengawasan, budgeting maupun legislasi,” ujarnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *