Ditonjok Debt Collector hingga Bibir Sobek, Warga Gunungputri Ceritakan Kronologi Motor Ditarik Leasing

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Seorang pria bernama M Aulia menjadi korban penganiayaan sejumlah debt collector, pada Rabu (2/9/2020). Warga Gunungputri, Bogor itu mengalami luka memar di pipi dan bibirnya sobek.

Aulia menceritakan kronologi peristiwa nahas tersebut. Aulia mengatakan saat itu sedang parkir di parkiran minimarket di kawasan Vila Nusa Indah, Gunungputri Bogor, pada pukul 11.20 WIB.

Bacaan Lainnya

Tiba-tiba di depan sebuah minimarket ia dicegat oleh 4 orang menggunakan 2 sepeda motor. Lalu, ia dipaksa menyerhakan kunci motornya.

“Saya gak kasih, dan mereka mengatasnamakan leasing,” kata Aulia saat dihubungi, Jumat (4/9).

4 orang debt collector itu menurut Aulia berniat menarik paksa sepeda motornya. Aulia kemudian meminta surat tugas penagihannya kepada 4 pria berbadan besar tersebut.

Diakui Aulia masih memiliki tunggakan 2 bulan per 2 September kemarin. Anehnya, saat ingin membayar tanggal 27 Agustus kemarin, ia malah ditolak pihak leasing.

“Saya mau bayar tapi dari pihak leasing gak bisa terima pembayaran saya. Dikarenakan data saya sudah masuk ke pihak eksternal katanya,” ucap Aulia.

Melanjutkan cerita, ia sempat diajak untuk menuju kantor Polsek Gunungputri. Namun dengan syarat motornya dibawa oleh para debt collector. Aulia pun menolak dengan tegas, tapi para penagih utang itu tetap memaksa.

Adu mulut pun tak terhindarkan. “Saat saya bilang ‘ayo kita ke polsek” salah satu dari mereka tiba-tiba mukul saya di bagian bibir,” ucapnya.

Ia kembali mendapat pukulan kedua kalinya ke arah pipi kanan. Aulia akhirnya berteriak meminta pertolongan warga. Beruntung warga yang berada di dekat lokasi kejadian langsung mengejar pelaku namun para debt collector pun kabur.

Atas peristiwa itu, ia melaporkan kejadian ini ke Polsek Gunungputri. “Saya sudah visum dan lapor polisi,” tambah Aulia.

Terpisah, Kapolsek Gunungputri, Kompol Andriyanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Sedang dalam pengembangan,” tutur Andri. Hingga saat ini pelaku masih berkeliaran bebas.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *