Ditengah Pandemi, Eka Wedding Gallery Bikin Gebrakan Bisnis

  • Whatsapp
Eka Apriana (38) owner atau pemilik Eka Wedding Gallery' di Jalan Rancamaya, nomor 68 RT 04/07, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Eka Apriana (38) ibu dari tiga orang anak yang mencoba bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda. Mengingat, pandemi ini memberikan dampak bagi berbagai sektor.

Tak kehabisan akal, ia kini serius menjalani bisnis di bidang perencanaan pernikahan atau wedding organizer (WO) yang ia beri nama ‘Eka Wedding Gallery’ berlokasi di Jalan Rancamaya, nomor 68 RT 04/07, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dengan luas 2.000 meter persegi. Ditempat ini juga bisa melangsungkan intimate wedding.

Bacaan Lainnya

Meski saat ini seluruh sektor yang berhubungan dengan bisnis ini menjerit. Seperti para vendor, pemilik gedung, hingga pekerja yang sebagian besar merupakan tenaga freelance yang tak memiliki penghasilan tetap.

Namun, Eka justru baru memulai bisnisnya itu pada awal pandemi atau baru berjalan selama dua tahun. Berawal dari hobi merias pengantin, akhirnya ia dengan percaya diri memulai bisnisnya. Lantaran, sejak pandemi Covid-19 mengharuskan ia bekerja dari rumah (WFH) membuat sektor ditempatnya bekerja dibatasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Salah satu dekorasi dari ‘Eka Wedding Gallery’ di Jalan Rancamaya, nomor 68 RT 04/07, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto: Wulan

“Karena pandemi, saya bekerja dari rumah (WFH). Saya ingin tetap produktif, saya mencoba buka usaha ini (WO) dan Alhamduliah suami mendukung,” kata Eka, dikediamannya, Sabtu (14/8/2021).

Kisah keberhasilan Eka, bermula dari hobi merias pengantin, yang membuat ia percaya diri ketika ia pernah menjadi assiten wedding. Berkat bakat dan tekatnya, ketika itu ia berfikir untuk lebih serius dibidang WO tersebut.

“Saya pernah jadi assisten wedding, kemudian saya berfikir kenapa saya nggak bikin aja ya, awalnya tenda sama dekorasi setelah itu kenapa saya nggak terjun langsung ya. Siapa tau saya bisa bermanfaat, minimal lingkungan sendiri dulu, baru keluar,” ungkapnya.

Dalam menjalankan usahanya, Eka kini dibantu suami, rekan, dan staf kemitraan. Sebab dalam menjalankan usahanya, Eka ingin terlebih dahulu bermanfaat bagi orang disekitarnya, seperti keluarga, lingkungannya, dan orang lain.

Dalam sebulan, Eka mengaku bisa mendapatkan 3 hingga 4 acara. ‘Eka Wedding Gallery’ miliknya juga mengikuti protokol kesehatan ketat. Sehingga untuk intimate wedding tidak bisa full kapasitas, artinya hanya sebagian saja sesuai dengan ketentuan yang berlalu, dan jam kedatangan pun dibagi persesi.

“Karena ini tempat sendiri, apalagi sekarang pernikahan serba dibatasi. Jadi kenapa nggak kalau saya bisa menampung untuk intimate wedding dengan kapasitas 30 sampai 50 orang,” jelasnya.

Selain itu, Eka mengadakan rias gratis untuk proses akad nikah bagi mereka yang mau melakukan akad tetapi kekurangan biaya. Terutama untuk yatim piatu.

“Kemarin sama temen-temen rias mengadakan rias gratis hanya akad, untuk misalnya yang mau beribadah tapi kekurangan biaya. Silahkan ditempat saya,untuk yatim piatu, gitu yaa,” bebernya.

Eka mengatakan, saat ingin memulai sebuah usaha cobalah untuk menghilangkan gengsi, yakin dan penuh semangat serta tidak mudah menyerah. Ia berharap, kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk membuka usaha. Terlebih, saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *