Disperumkim Kota Bogor Petakan Pohon Rawan Tumbang Jelang Musim Hujan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor melakukan pemetaan pohon di jalan-jalan protokol, yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Selain dilakukan pemetaan, pemeliharaan berupa pemangkasan dan penebangan terhadap pohon yang kondisinya sudah rawan.

Kadisperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan, pihaknya telah menginventarisasi pohon-pohon mana yang akan dilakukan penebangan. Baik yang ber-KTP pohon hijau atau dalam keadaan sehat, maupun ber-KTP pohon kuning atau tingkat keroposnya sudah di atas 30 hingga 50 persen.

Bacaan Lainnya

Beberapa di antaranya merupakan pohon di Jalan Dadali, yang hanya dipangkas sebagian sisinya oleh PT KAI agar tidak mengganggu kabel utilitas miliknya. Sedangkan, di sisi lain dahan dan ranting pohon yang sama masih menjuntai ke arah jalan raya.

“Sebetulnya statusnya masih hijau pohon-pohon ini. Cuma dari PT KAI kan sudah banyak menebang di sebelah sisi, sehingga di sisi lain kondisinya mengkhawatirkan masyarakat pengguna jalan, apabila ada tiupan angin kencang,” ujar Esti Kamis (14/10).

Lebih lanjut, Esti menjelaskan, pemeliharaan ini merupakan antisipasi dari kejadian meninggalnya seorang pelajar berinisial MG (17 tahun), akibat tertimpa dahan pohon yang jatuh di Jalan Ahmad Yani pada Ahad (10/10) lalu. Padahal, pohon tersebut kondisinya masih sehat.

“Kami juga fokus kepada pemeliharaan terkait dengan tanaman itu sendiri. Khususnya menghadapi musim penghujan ini yang memang sangat rentan, khususnha pohon ini mengalami patah, tumbang dan sebagainya,” jelasnya.

Selain melakukan pemangkasan kepada pohon ber-KTP hijau dan kuning, Esti mengatakan, sebagian besar pohon ber-KTP pohon merah atau tingkat keroposnya sudah di atas 50 persen dan rawan tumbang sudah ditebang.

“Sudah banyak ditebang. Kalau yang kuning kita melakukan pemangkasan, yang hijau itupun kita lakukan juga kalau memang sudah ada yang mengganggu aktifitas masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, memasuki musim penghujan ini, dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Khususnya para pengendara kendaraan bermotor dan roda empat.

Esti mengatakan, apabila hujan datang beserta angin kencang, sebaiknya masyarakat secepatnya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan jangan berteduh di bawah pohon.

“Karena pohon itu sangat rentan terkait dengan bahaya waktu musim hujan. Carilah tempat teduh yang cukup aman, sehingga kita sama sama dapat menjaga dari suatu musibah,” imbuhnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *