Disdik Sebut Kasus Perundungan dan Kekerasan Seksual Jadi PR Bersama

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Dani Rahadian bersama perwakilan KCD Pendidikan Wilayah II Jabar melakukan diskusi Pendidikan di Ruang Rakyat Institute. (Heri/Ceklissatu)

BOGOR, CEKLISSATU – Menjelang penutupan tahun 2021, Dinas Pendidikan dan KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat bekerja sama dengan Ruang Rakyat Institute melakukan diskusi di Cafe Ruang Rakyat, Jalan Beo, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dalam diskusi yang mengangkat tema ‘Resolusi Peningkatan Kualitas SDM’ itu dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dani Rahadian, Kepala Bidang SMP Yosef Berliana, Kepala Bidang SD Rudi Suryanto dan Perwakilan KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, I Made Supriatna.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Dani Rahadian menyampaikan hal-hal penting yang menjadi bahan evaluasi kedepan, diantaranya terkait PTM, dan kasus perundungan yang kerap kali terjadi.

“Tahun 2022 mendatang, mungkin secara kriteria Kota Bogor 100 persen akan PTM terbatas,” ujar Dani.

“Kami terus berupaya mengantisipasi hal-hal tersebut dengan membentuk satgas dan menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk tetap melakukan pantauan dan patroli terhadap titik-titik yang menjadi rawan,” tambahnya.

Disinggung terkait Permasalahan Kekerasan seksual, kata Dani, seharusnya guru itu sudah memiliki kompetensi sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menegaskan wajib memiliki kualifikasi.

“Artinya apakah para oknum yang melakukan hal-hal tidak senonoh ini memahami undang-undang yang menaungi sebagai tugas dan kewajiban dia. Salah satunya ada kompetensi kepribadian, terkait dengan bagaimana dia bersikap, bertindak, dan berprilaku sebagai seorang guru dan manusia,” jelasnya.

Dani menambahkan, salah satu mekanisme yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui proses recruitmen, karena akan sangat menentukan bagaimana seorang guru kedepan.

“Jadi, bagaimana dia menjadi seorang guru yang baik harus dimulai juga dengan proses perekrutan yang baik pula. Mulai dari syarat, kemampuan, kompetensi, kecakapan dan sebagainya. Tentu ini menjadi catatan,” tambahnya.

Selain itu, dia juga mengakui bahwa Sumber Daya Guru khususnya di Kota Bogor itu sendiri masih kekurangan sehingga masih banyak kuota yang belum terpenuhi.

“Dan sekarang rekruitment guru diambil alih oleh kementrian melalui proses seleksi P3K, ini akan semakin sulit karena kedepan kita hanya menjadi penyelenggara, sedangkan yang menentukannya adalah kementrian,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan KCD Rudi Suryanto berharap di tahun 2022 dunia pendidikan khususnya untuk Kota Bogor menjadi jauh lebih baik lagi.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Ruang Rakyat Institute yang telah mengadakan diskusi ini, karena kita mandapatkan kritikan dan masukan yang positif sehingga kita tau apa yang harus di benahi kedepan,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *