Diduga Saluran Air Peninggalan Belanda, Bima Arya Pastikan Akan Dikaji

  • Whatsapp
Tim pemeliharaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, melakukan pembersihan saluran air yang diduga peninggalan zaman Belanda, Sabtu (28/8/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Tim pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Jumat (27/8/2021) sore, menemukan sebuah bangunan saluran air atau gorong-gorong yang diduga merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda.

Penemuan itu kemudian menjadi viral setelah diabadikan dalam video, yang kemudian video tersebut diunggah oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto melalui akun Instagram pribadinya.

Bacaan Lainnya

Diketahui video temuan itu direkam disalah satu saluran air di Jalan Nyi Raja Permas mengarah ke Stasiun Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meninjau langsung untuk mengecek kebeneran penemuan itu, Sabtu (28/8/2021). Ia menduga bangunan bersejarah berupa susunan batu bata di bawah proyek Alun-alun Kota Bogor adalah saluran air peninggalan Belanda.

“Jadi sudah dipastikan bahwa ini bangunan yang dibangun pada zaman Belanda. Karena kita sudah cek data di Dinas, memang terlihat ada peta saluran bawah tanah yang dibangun pada Zaman Belanda,” kata Bima, seusai meninjau, Sabtu (28/8/2021).

Bima mengatakan, pihaknya tengah memastikan fungsi yang sebenarnya dari peninggalan Belanda itu. Kata Bima, apakah memang saluran air, atau ada fungsi-fungsi lain. Ia mengaku, sudah berkomunikasi dengan IPB dan Universitas Pakuan untuk mengkaji penemuan itu.

“Nanti akan dibantu untuk menggunakan alat-alat yang sesuai untuk mendeteksi luasnya, panjangnya, dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Bima ada berbagai kemungkinan, oleh sebab itu pihaknya tengah bekerjasama dengan berbagai instansi untuk digali, dikeruk sampai sejauh mana yang artinya ia ingin agar dikaji apakah memungkinkan untuk direvitalisasi.

“Karena tahun 2016 kita sudah punya masterplan drainase Kota Bogor. Nah ini harus disesuaikan. Apalagi kawasan ini kan akan terus kita bangun, ada Alun-alun, ada Masjid Agung, ada pengembangan Stasiun, otomatis drainasenya harus rapih,” bebernya.

Bima Arya memperkirakan bangunan itu sudah ada sejak tahun 1880-an. Pada periode tersebut, proyek pembangunan Stasiun Bogor belum dikerjakan.

“Kalau melihat strukturnya, karena diatasnya ada saluran air yang kita bangun tahun 90-an. Jadi mengalir dari saluran air kita, tapi dibawahnya sendiri gak ada air. Kita lihat karena ada beberapa kemungkinan, tingginya 2 hingga 3 meter. Orang bisa jalan didalam, kita liat nanti fungsinya untuk apa,” ungkapnya.

Dugaan Bima ini dilatarbelakangi bentuk struktur bangunan yang ditemukan, bentuknya disebut mirip dengan temuan yang pernah terjadi di beberapa wilayah. Berbentuk sebuah terowongan yang memanjang, dan dilengkapi pondasi di dasarnya.

“Mirip-mirip dengan yang ada di Sukabumi, Klaten dan info terakhir di Bekasi. Jadi memang sisa-sisa peninggalan zaman Belanda dulu, tapi sekali lagi apakah ini saluran air atau lain itu mesti didalami,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *