Diduga Bansos Tak Tepat Sasaran, Kades Parakan Jaya Bogor Enggan Bicara

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Tak sedikit penyaluran bantuan sosial tunai atau bantuan sosial berupa paket sembako untuk warga terdampak Covid-19 rupanya salah sasaran.

Pemberian bantuan sosial tersebut sudah dilakukan pemerintah sejak massa pandemi, tetapi terkesan membingungkan, lambat diterima oleh masyarakat dan tidak tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Seperti di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Dari laporan warga setidaknya terjadi kekeliruan terhadap penerima bantuan sosial. Bagaimana bisa seseorang yang statusnya bekerja, yang setiap bulan mendapat gaji justru mendapat bantuan tersebut.

Sementara di Desa Parakan Jaya, terdapat janda yang dalam kesehariannya, guna menyambung hidup ia berjualan. Janda yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku, dari awal pandemi ia tidak pernah mendapatkan bantuan sosial berupa apa pun. Bahkan sampai saat ini ia tidak masuk sebagai daftar penerima manfaat.

“Dari awal Covid-19 saya belum dapat bantuan apa pun, cuma pernah lihat orang dapat bantuan dari Pak Ridwan Kamil, yang Jabar itu tapi saya nggak dapat. Pernah juga lihat orang ramai-ramai di desa ambil bantuan sembako, tapi saya nggak,” keluhnya.

Ia mengaku massa pandemi ini merupakan massa tersulitnya. Sebab walau pun diperbolehkan berjualan, kerap kali dagangannya tak habis terjual dan terpaksa dibuang.

“Pandemi ini sepi banget jualan juga, seringnya dagangan kebuang. Jangankan dapat untung, yang ada modal abis. Nemu buat makan aja udah Alhamdulillah,” jelasnya.

Bahkan dirinya sempat beberapa kali didatangi aparatur daerah dan mendapat teguran karena aturan batasan-batasan yang dilakukan pemerintah. “Awal-awal tuh apa namanya, sebelum PPKM saya didatengin Babinsa dan petugas desa, ditegur. Karena waktu itu ada yang makan di tempat, udah 3 kali pokoknya saya didatangi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parakan Jaya sebagai yang mendata warga penerima manfaat enggan bergeming saat dimintai keterangan mengenai bantuan sosial yang salah sasaran tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Desa Parakan Jaya belum berikan keterangan. Sekedar diketahui, Laporan Hasil Pemeriksaan Tahap I Badan Pemeriksa Keuangan atas Penanganan Pandemi dan Ekonomi Nasional 2020 mengungkapkan banyak bantuan dalam pemberian bantuan tersebut dan tak sedikit yang salah sasaran.

BPK mengatakan, setidaknya menemukan ada 748 ribu keluarga yang menerima bantuan salah sasaran senilai Rp 240,98 miliar dari Kementerian Sosial (Kemensos).

BPK juga mencatat jumlah keluarga yang sebenarnya tidak lagi berhak tapi masih menerima bantuan hingga September 2020 senilai Rp 58,92 miliar. Kasus lainnya, ada sekitar 499 ribu keluarga yang belum memanfaatkan bantuan sosial sebesar Rp 495,87 miliar.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *