Diduga Adanya Pengelapan Pajak, Warga Desa Sukamaju Protes Dianggap Menunggak Pajak

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com–Ditengah antusiasme warga Desa Sukamaju berbondong-bondong melaksanakan pembayaran kewajiban PBB P2 tahun 2021 dengan tunggakannya melalui mobil keliling yang disediakan UPT Pajak Kelas A Leuwiliang. Namum, tidak sedikit warga yang mengeluh. Pasalnya selama ini mereka bayar rutin namun dianggap menunggak, bahkan saat pembayaran pajak keliling pada Sabtu (20/3/2021) sempat terjadi ketegangan.

Seperti diungkapkan salah satu warga Desa Sukamaju Harun padahal ia selalu membayar rutin, namun dengan adanya mobil keliling pajak teryata terungkap selama ini dirinya bayar pajak yang di kolektif oleh petugas desa terdahulu selain ada warga lain yang menunggak padahal selalu bayar rutin.

Bacaan Lainnya

Dugan penggelapan informasi pajak ini, terungkap di era pemerintahan Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar yang diketahui setelah perangkat desa baru menyerahkan SPPT PBB P2 tahun 2021 ke warga. SPPT yang diserahkan, lengkap dengan informasi pajak 5 (lima) tahun terakhir.

“Mayoritas wajib pajak terkejut melihat tunggakan pajak bertahun-tahun, padahal saya setiap tahun sudah bayar,”kata Warga Sukamaju Harun kepada wartawan, Minggu (21/03/2021).

Sementara itu Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar mengatakan saat ia menjabat mencurigai laporan pajak, dari itu pihaknya berinisiatif untuk mengadakan pembayaran pajak dengan langsung mendatangkan langsung mobil pajak ke desanya itu.

Dari hasil penelurusan perangkat desa, kata dia, ditemukan dari tahun 2018 sampai 2020, berkas SPPT PBB P2, telah dilakukan perubahan dan modifikasi oleh oknum petugas desa yang lama, dengan cara menghilangkan informasi tagihan 5 tahun terakhir, sebagaimana kebijakan Kepala BAPPENDA Bogor tahun 2018.

“Hilangnya sebagian informasi ini, menyebabkan warga tidak mengetahui Riwayat pembayaran pajak selama 5 tahun terakhir. Salah satu akibatnya adalah rendahnya setoran pajak PBB P2 tahun 2020 yang hanya mencapai 37 persen,”kata Kepala Desa Sukamaju, Cucum Ratna Suminar.

Atas kejadian itu ia meminta hal tersebut harus diungkap dan dituntaskan, mengingat banyaknya warga Desa Sukamaju yang protes atas tunggakan pajak bertahun-tahun.

“Ditengah antusiasme warga untuk membayar pajak, banyak warga yang protes dan meminta pertanggung jawaban atas pajak warga yang sudah dipungut dan tidak disetorkan kepada UPT. Situasi memanas dan warga meminta pertanggung jawaban oknum perangkat desa lama. Sayangnya semua oknum desa lama tidak ada yang bisa dipanggil dan dimintai keterangan. HP mereka semuanya mati,”kata Cucum.

Cucum pun meminta warganya untuk tetap tenang dan tmeminta kepada penegak hukum dan Kepala UPT ntuk mengusut penyimpangan ini.

“Penggelapan pajak ini harus diusut tuntas dan harus dicari oknum yang terlibat di dalamnya, siapapun orangnya,”tegasnya.

Sementara itu menurut Kepala UPT Pajak Kelas A Leuwiliang Indartini mengatakan selama 3 jam pelayanan total PBB terkumpul hampir mencapai 50 juta.

“Ini adalah rekor tertinggi selama membuka layanan Mobil Keliling dan Antusiasme ini juga menunjukkan bahwa warga Desa Sukamaju untuk membayar pajak,” katanya

Terkait keluhan warga, kata dia, pihaknya akan menelusuri dahulu apakah ada penyimpangan dugaan yang dilontarkan warga itu.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *