Dewan Sebut Bogor Kekurangan SDM yang Berbudaya dan Adaptif Terhadap IPTEK

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto (kedua kanan) bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim (kedua kiri), Ketua PWI Kota Bogor Arihta Surbakti (kiri), dan Ketua Pokwan DPRD Kabupaten Bogor Saeful Ramadhan (kanan) berfoto bersama dalam acara diskusi Ruang Jurnalisme Kelompok Wartawan (Rujukan) di gedung Sekretariat Pokwan DRPD Kabupaten Bogor, Kamis (24/9/2020). Ceklissatu.com/Dwi Susanto

BOGOR, Ceklissatu.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta pemerintah mengedepankan aspek kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai prioritas dalam program pembangunan sumber daya manusia sebagai. Menurut dia, nilai luhur kebudayaan dan penguasaan terhadap IPTEK merupakan hal penting yang harus dipersiapkan hari ini untuk masa depan yang lebih baik.

“Masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang memiliki nilai budaya, memahami, dan menguasai mekanisme pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Rudy mengingatkan, era digital membuka ruang yang sangat luas dan cepat dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk masuknya budaya luar yang dapat memengaruhi kebudayaan lokal. “Karena itu kita harus menginventarisir kebudayaan kita sendiri, bangga dengan kebudayaan yang kita punya dan menjadikan nilai-nilai luhur kebudayaan kita sebagai bagian dari jati diri bangsa,” katanya.

Rudy juga menekankan, sektor pendidikan memainkan peranan penting dalam mencetak SDM yang sesuai dengan kebutuhan jaman. Oleh karena itu, dia meminta agar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pendidikan kita harus bisa menjangkau kebutuhan SDM kita di masa yang akan datang. Dan yang tidak kalah penting adalah memegang nilai-nilai luhur kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa kita,” katanya

Untuk mencapai hal tersebut, sambungnya, Dinas Pendidikan harus bersinergi dengan banyak pihak. Peranan akademisi di lembaga vertikal maupun horisontal, sektor dunia industri, praktisi kebudayaan, dan peranan masyarakat yang konsen dalam pembangunan sumber daya manusia sangat diperlukan. Rudy meminta, agar pemerintah membuka ruang komunikasi untuk menampung berbagai masukan, memadukan ide dan gagasan, serta strategi dan aksi konkrit untuk mencapai tujuan tersebut. “Intinya kita harus bersinergi dalam upaya menyiapkan SDM yang berkualitas,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *