Dewan Minta DPU-PR Bogor dan Bagian Pengadaan Barang Jasa Untuk Kerja Lurus

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor (istimewa)

BOGOR, CEKLISSATU -Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharrom meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) serta Bagian Pengadaan Barang Jasa untuk lurus dan tulus dalam bekerja.

:Kasus dugaan uang suap yang diberikan
Lai Bui Min alias Anen kepada orang kepercayaan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, jangan sampai terjadi di Kabupaten Bogor. DPU-PR dan Bagian Pengadaan Barang Jasa untuk lurus dan tulus dalam bekerja,”papar Aan kepada wartawan, Selasa, (11/01/2011).

Bacaan Lainnya

Bagian Pengadaan Barang Jasa Kabupaten Bogor, ia  harapkan juga bekerja sesuai aturan, hingga tidak terjadi rekayasa dalam proses lelang proyek kontruksi hingga masyarakat mendapatkan kualitas pekerjaan kontruksi.

“Proses lelang atau tender pengadaan barang dan kontruksi harus sesuai aturan dan jangan sampai diatur atau dibagi-bagi proyek, tujuannya tentu kepada kualitas pekerjaan yang bakal dinikmati masyarakat Bumi Tegar Beriman,”ujarnya sekaligus Ketua IMI Korwil Kabupaten Bogor ini.

Aan melanjutkan agar inspektorat mengecek setiap pekerjaan kontruksi terutama yang bernilai puluhan miliar rupiah, termasuk proyek-proyek kontruksi yang dikerjakan oleh Lai Bui Min alias Anen.

“Mumpung proyek yang dikerjakan oleh
Lai Bui Min alias Anen dan proyek insfrastruktur bernilai besar lainnya belum proses pelaksanaan serah terima sementara pekerjaan (PHO), maka kualitas pekerjaannya saya minta diaudit secara teliti oleh Inspektorat Kabupaten Bogor. Kalau di Kota Bekasi ada dugaan suap, kemungkinan kualitas pekerjaannya juga patut dipertanyakan,”katanya.

Hal itu berkaca, dari tertangkapnya seorang pengusaha besar atau kontraktor bernama Lai Bui Min alias Anen bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi beserta beberapa pejabat Pemkot Bekasi lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Rabu, (05/01/2021).

Lai Bui Min alias Anen turut dijadikan tersangka oleh KPK RI karena diduga memberikan uang suap Rp 4 miliar kepada orang kepercayaan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

Informasi yang dihimpun dilapangan, Lai Bui Min alias Anen, melalui beberapa perusahaannya mengerjakan proyek peningkatan Jalan Raya Kandang Roda-Pakansari, peningkatan Jalan Raya Tegar Beriman, Peningkatan Jalan Kandang Roda-Pakansari dan pembangunan taman median di Jalan Raya Kandang Roda-Pakansari.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *