Desa Cibeber 1 Bangun Akses Warga Dengan Samisade

  • Whatsapp

Bogor, Ceklissatu.com-– Desa Cibeber 1 bersama Tim Verifikasi Samisade Kecamatan Leuwiliang melaunching Program Samisade yang di mulai di Kampung Sukabakti RT 01 ,RW 11 jenis pengerjaan Pengaspalan dengan Panjang 1,135 meter dengan Lebar 2,5 meter.

Kepala Desa Cibeber 1, Susiawati Mengatakan, untuk di Desa Cibeber 1 pembangunan Samisade tahap pertama ada 4 titik di Kampung Sukabakti Pengaspalan, Kampung Hegarsari betonisasi, dan jalan lingkungan pengaspalan Gunung Tangkil Timur serta Gunung Tangkil Barat betonisasi.

Bacaan Lainnya

“Termin pertama 40 persen, pengaspalan di Kampung Sukabakti RT 01, RW 11 ini pertama lauching penghubung antar dusun jalan tersebut dibangun sebagai akses masyarakat yang sebagian besar Petani, dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,”katanya.

Untuk pengerjaannya dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegitan (TPK) dengan melibatkan warga sekitar sebagai padat karya.

“Alhamdulillah masyarakat juga kita libatkan untuk bekerja mengerjakan pembangunan jalan dengan program Samisade ini,”katanya.

Sementara itu menurut Ketua Tim Verifikasi Samisade Kecamatan Leuwiliang, Iwan Darmawan mengatakan Desa Cibeber 1 saat ini mulai melakukan pengerjaan Samisade tahap pertama di beberapa titik.

“Dan saat ini launching pertama di titik pengaspalan di Kampung Sukabakti dengan dihadiri dari Pihak Kecamatan Babinsa dan Babinmas,”katanya.

Iwan yang juga Sekertaris Kecamatan Leuwiliang mengatakan saat ini 11 desa di Kecamatan Leuwiliang sudah mendapatkan bantuan Samisade tahap pertama. Bahkan saat ini sudah ada 2 desa yang sudah melakukan pencairan.

“Alhamdulillah 11 desa kecamatan Leuwliang mendapatkan Samisade Alhamdulillah semuanya dapat, namun yang tidak dapat 1 miliar yaitu desa Leuwimekar hanya 700 juta,”katanya.

Kata Iwan Darmawan, saat ini memang tidak sedikit di desa yang masih terkendala dalam pembuatan RAB Program Samisade.

“Samisade tahap pertama tentu masih banyak Catatan desa desa di Kecamatan Leuwilian soal Samisade, memang sampai saat ini staf desa masih kesulitan dalam membuat RAB dari itu ketika memang tidak tahu atau terkendala untuk menanyakan dan meminta bantuan,”pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *