DBD Mulai Menyerang, Puskemas Lakukan Hal Ini, Hingga Patroli Jentik

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Kasus DBD di beberapa Kecamatan Kabupaten Bogor, tampaknya saat ini mulai banyak kasus yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), apalagi saat Ini sudah muai memasuki musim penghujan.

Tentu hal itu harus Kadi perhatian semua pihak termaksud banyak warga jangan sampai lengah dan kurang peduli kebersihan lingkungan terutama adanya genangan air yang jadi tempat bersarangnya bibit nyamuk Aedes Aegipty pembawa DBD.

Bacaan Lainnya

Salah satunya yang terjadi di Desa Jampamg Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor, Yusmansyah (35) warga Desa Jampang mengatakan, saat ini dua orang anggota keluarganya harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Gunungsindur akibat terkena penyakit DBD tersebut.

“iya harus mulai diwaspadai penyebaran wabah penyakit DBD. Saat ini kami harus rajin bersih – bersih, terutama genangan air. Kami juga berharap pihak Desa atau Kecamatan segera melakukan fogging agar bibit nyamuk bisa mati.” ucap Iyus, sapaan akrabnya, Senin (22/11/2021).

Kepala Puskesmas Gunungsindur, dokter Unang saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa saat ini sudah ada beberapa warga masyarakat yang di rawat di Puskesmas Gunungsindur.

“Pasien DBD yang dirawat, kondisinya mulai membaik. Tapi ada beberapa orang pasien dari kasus serupa (DBD) harus dirujuk untuk perawatan medis lebih intensif,” kata dokter Unang.

Kepala Puskesmas Gunungsindur ini juga menghimbau warga dalam menghadapi musim penghujan ini agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menjelaskan, salah satu PHBS adalah membersihkan tempat-tempat bersarang jentik- jentik nyamuk Aedes Aegipty.

Dokter Unang menjelaskan, saat ini warga masyarakat sudah saatnya melakukan gerakan 3M Plus, yaitu menguras rutin air, menutup tempat air, mengubur sampah dan menggunakan cream anti gigitan nyamuk atau saat tidur menggunakan kelambu dan lainnya.

“Kami dari Puskesmas bersama para kader kesehatan dan masyarakat juga akn melakukan kegiatan ‘Patroli Jentik’. Pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *