Data Kematian Covid-19 Timpang, Dinas Kesehatan Bilang Begini

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Timpangnya data kasus kematian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor dengan fakta di lapangan, ditanggapi Sekretaris Dinas Kesehatan, Dedi Syarif.

Dia menjelaskan, pengumpulan data kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor sejauh ini menggunakan pelaporan data dengan aplikasi New All Record (NAR) yang mana pelaporannya langsung melalui rumah sakit atau RSUD yang ada di Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

“Itu satu sistem bank data yang juga dijadikan dasar oleh pusat dan provinsi. Jadi ketika dia (pasien meninggal) dilaporkan ke NAR itu, otomatis akan diverifikasi oleh kita juga dan dari situ data yang kita rilis ke publik,” jelas Dedi, Kamis (1/7/21).

Selain melalui aplikasi tersebut,
dia mengaku jika Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga selalu mengupdate data dari sumber lainnya, seperti dari RSUD dan Rumah sakit swasta. “Atau mungkin RSUD laporkan by email ataupun manual ke kita pasti kita update,” papar Dedi.

Sementara diketahui, data Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor terhitung 31 Mei hingga 29 Juni 2021, tidak lah berubah, masih dengan 110 kasus meninggal dunia.

Padahal fakta di lapangan, kematian yang disebabkan Covid-19 mengalami peningkatan. Salah satunya diakui Mahdi, salah seorang petugas pemakaman di TPU Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Sebelum terjadi lonjakan seperti sekarang, itu sekitar 3 sampai 4 jenazah per minggu, sekarang sekitar 8 jenazah per hari,” ungkap Mahdi.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *