Dampak Pendemi Covid-19, Nasib Jalur Puncak Dua Belum Jelas

  • Whatsapp
Suryanto Putera Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor

BOGOR, Ceklissatu.com – Nasib pembangunan Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalur Puncak Dua yang diimpikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, belum jelas. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama proyek ambisi Pemkab Bogor itu tersendat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto Putera mengatakan, hingga saat ini pengajuan pembangunan Puncak Dua dari Pemkab Bogor, belum masuk dalam rencana strategis Pemerintah Pusat.

Bacaan Lainnya

“Sudah coba kami usulkan, tapi kalau dilihat dari strategis nasional, itu (Puncak Dua-red) belum masuk. Tapi sedang kami coba dorong terus,” kata Suryanto, Rabu (16/12/20).

Suryanto mengklaim jika Pemkab Bogor sudah melengkapi segala data yang diminta Pemerintah Pusat untuk keperluan pembangunan Jalur Puncak Dua.

“Sudah dilengkapi data-data yang diminta, sudah kami informasikan. Mereka (Pusat-red) juga sempat turun ke lapangan. Tapi nanti tergantung kajian mereka, apakah bisa dilanjutkan atau tidak,” jelasnya.

Dia mengaku jika belum lama ini Pemkab Bogor menggelar pertemuan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Dalam pertemuan tersebut, Suryanto menyebut jika Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berencana membuat kembali Detail Engineering Desain (DED) Jalur Puncak Dua ditahun 2021.

“Janji Pusat seperti itu. Bahkan tahun 2022 mereka akan menganggarkan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Suryanto mengatakan jika pihaknya tidak bisa memastikan apakah janji Pusat tersebut bisa terealisasi atau tidak. Sebab, saat ini konsentrasi pemerintah masih pada penanganan Pandemi Covid-19.

“Pusat juga lagi bingung karena saat ini masih memprioritaskan kesehatan,” terang Suryanto.

Sementara, keterlibatan Pemerintah Pusat dalam pembangunan Jalur Puncak Dua ini disebabkan ketidakmampuan Pemkab Bogor untuk menganggarkan.

Hal itu juga diakui Bupati Bogor, Ade Yasin belum lama ini. Menurutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tak akan sanggup untuk menyelesaikan pembangunan Jalur Puncak Dua tersebut.

Apalagi, panjang keseluruhan jalurnya mencapai 48,5 kilometer, atau dari Babakan Madang sebagai titik awal hingga tembus ke Cianjur.

“Estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur di sini sekitar Rp1,3 triliun. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan oleh pemerintah pusat ya,” ungkap Ade Yasin.

 

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *