Curhat Korban Investasi Online Alimama dan JD Union Palsu, Dimarahi Istri Hingga Uang Prakerja Ludes

BOGOR, Ceklissatu.com – Mulai sekarang anda jangan terbuai dengan iming-iming untung besar pada program investasi online. Sebab, bisa jadi ceritanya akan seperti para korban aplikasi investasi online bodong alias palsu.

Seperti yang dirasakan Abdul Kadir, warga Kota Bogor ini melaporkan kasus dugaan penipuan investasi online palsu ke Mapolresta Bogor Kota. Ia merasa ditipu setelah mengikuti investasi online bodong dari aplikasi bernama Alimama dan JD Union palsu.

Kadir menjelaskan, ia merasa tertipu ketika dua aplikasi tersebut mendadak tak bisa diakses pada tanggal 14 September 2020. Uangnya sebesar 4,9 juta tak bisa diambil lantaran aplikasinya mendadak eror.

“Sistemnya gampang, tinggal isi deposit untuk belanja. Jadi saat belanja deposit otomatis berkurang, tapi nanti ada pembatalan sendiri dan uang kita kembali ditambah dengan komisinya. Jadi semakin kuota belanja semakin banyak komisinya,” ungkapnya.

Selain dirinya yang rugi, Kadir juga harus menanggung malu karena telah mengajak keluarga dan teman-teman. Kadir yang bekerja sebagai driver ojek online ini cukup beruntung karena ia hanya rugi tak lebih dari Rp 5 juta.

Namun, temannya ada yang sampai merugi hingga Rp 50 juta. “Teman saya ada yang sampe sekarang uang istrinya Rp 50 juta lenyap dan istrinya belum tahu.  Ada yang pakai uang buat lahiran, ada yang pakai buat kawinan,  dan parahnya ada yang pakai uang prakerja dipakai deposit eh gak balik lagi,” terangnya.

Hingga saat ini ada 13 orang yang telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke polisi. Penggiat investasi, Ananta Herdy menjelaskan modus yang dijalankan investasi online Alimama ini mirip-mirip skema fonzi.  Untuk menggaet konsumennya, investasi online ini memberi iming-iming untung besar dan cepat.

“Jadi mereka itu memberikan keuntungan untuk konsumen dari uang konsumen itu sendiri, jadi konsepnya muterin duit. Misal ada klien A, B dan C. Nah keuntungan klien B itu dari klien A, keuntungan klien C itu dari B dan seterusnya,” ucapnya.

Ananta menjelaskan sebenarnya Alimama yang ada di Indonesia itu berbeda dengan Alimama yang berada di China. Alimama asal China itu dibawah naungan e-commerce Alibaba Group, sehingga tak ada kaitannya dengan Alimama palsu di Indonesia.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *