Cerita Enok yang Selamat dari Banjir Bandang Cidurian Rumahnya Hancur Dihantam Air

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Cerita Enok Ratnasih yang sudah kesekian kalinya harus mengungsi akibat luapan air sungai Cidurian, yang sering terjadi bajir bandang.

Enok stri dari Dotoy Sudarjat itu menceritakan banjir bandang kembali terjadi pada Senin malam (6/9/2021) bahwa saat itu air di wilayah Jasinga terjadi hujan namun tidak terlalu besar.

Namun saat itu cuaca cukup mendung dan gelap, pirasat tidak enak sudah ia rasakan sehingga ia bersama satu orang putranya dan suaminya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Tidak lama ia mengungsi banjir bandang terjadi sampai menghantam rumahnya yang perisis berada dibantaran sungai Cidurian. Seketika rumahnya dan rumah yang berada di depannya itu hancur.

Rasa sedih pun ia rasakan, pasalnya harta benda termasuk pakaian yang berada dirumahnya itu hilang diterjang banjir.

“Sedih ini sudah kesekian kalinya mengungsi, setelah kejadian banjir bandang awal tahun 2020 yang parah, ini Sekarang ngungsi di Paud sama suami dan anak,”katanya.

Atas kejadian itu dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah agar direlokasi dari tempat itu, pasalnya jika rumah tersebut ia tempati kembali dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang kembali, apalagi aliran sungai Cidurian terjadi pendangkalan.

“Semoga segera ada bantuan dari pemerintah minta direlokasi karena takut kalau masih tinggal disana,”katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan Bencana Adam Hamdani mengatakan banjir bandang mengakibatkan kerusakan jembatan di 4 Kecamatan, Yaitu Cigudeg, Nanggung, Jasinga dan Sukajaya.

“Ada juga 50 orang santri dan guru di Ponpes Darussalam terisolasi karena jembatan utama yang membentang di atas Sungai Cidurian terbawa arus. Saat ini tim reaksi cepat (TRC) sudah berupaya masuk ke sana,” katanya.

Jembatan penghubung Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dengan Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung juga terbawa arus banjir bandang. Demikian pula dengan jembatan menuju Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kalong Sawah, Kecamata Jasinga serta jembatan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung yang ikut terbawa arus.

“Ini masih laporan ringkas kaji cepat. Pasti data dinamis dan masih bisa berubah,” katanya.

Cepi
Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *