Cegah Penyalahgunaan Narkotika, 35 Karyawan PN Banjar Dites Urine

  • Whatsapp

BANJAR,Ceklissatu.com-Pengadilan Negeri Banjar Kelas II bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, melaksanakan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dan Test Urine kepada pegawai di lingkungan Pengadilan Negeri Banjar Kelas II.

“Ini sebagai tindak lanjut dari amanat Mahkamah Agung tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekurdor Narkotika”, ujar Ketua Pengadilan Banjar Kelas II, Jan Oktavianus, di Aula Pengadilan Negeri Banjar Kelas II, Senin (18/121).

Bacaan Lainnya

Selain itu kata dia, sebanyak 35 orang pegawai Pengadilan Negeri Banjar Kelas II, dari mulai Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera hingga staf diperiksa urinnya oleh petugas dari BNNK Ciamis.

Oktavianis menjalankan amanat Mahkamah Agung dimana kegiatan ini pun sebagai satu upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh pegawai terkait permasalahan narkoba dan bagaimana cara menanggulanginya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu mewujudkan lingkungan Pengadilan Negeri Banjar Kelas II yang bersih dari Narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, Engkos Kosidin, dalam sambutan sekaligus memberikan paparan tentang permasalahan narkoba saat ini, menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Negeri Banjar Kelas II yang telah melaksanakan kegiatan ini.

“Kegiatan ini bukti bahwa adanya peran aktif dari Pengadilan Negeri Banjar serta berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, juga merupakan upaya deteksi dini kepada pegawai dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui masalah narkoba terus terjadi meskipun di masa pandemi covid-19, hal ini dibuktikan dengan banyaknya ungkap kasus narkoba oleh aparat hukum termasuk oleh BNN.

“Narkoba termasuk dalam masalah yang berdampak multidimensi, oleh sebab itu penanganannya diperlukan penanganan yang serius dari seluruh unsur masyarakat, swasta hingga instansi pemerinatah,” paparnya.

Oleh sebab lanjut dia, perlu adanya pendekatan seimbang dalam menangani narkoba baik dari sisi supply reduction, demand reduction yang dilakukan semua secara masif dengan beberapa langkah kebijakan dan strategi yang komprehensif.

“Diharapkan dengan sosialisasi dan test urine para pegawai jadi lebih waspada dan memiliki daya tangkal dalam menolak narkoba”, pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *