Capai 100 Persen Vaksinasi, Kelurahan Pakuan dan Tajur Diganjar Penghargaan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Dua kelurahan di Kota Bogor, yakni Kelurahan Tajur dan Kelurahan Pakuan mendapatkan piagam penghargaan dari Satgas Covid-19 Kota Bogor atas upayanya dalam menyukseskan percepatan vaksinasi 100 persen warganya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya menyematkan pin dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Lurah Tajur, Heri Eriyadi dan Lurah Pakuan, Erwin Subastian di Kantor Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Bima Arya menyinggung tahapan vaksinasi yang dilakukan Kota Bogor dalam meningkatkan target cakupan vaksinasi. Awalnya target 7 ribu meningkat ke 10 ribu hingga akhirnya kapasitasnya menjadi 23 ribu.

“Koordinasi, sinergitas dan kolaborasi dari semua menjadi aspek utama yang membuat usaha dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor dapat berjalan baik, sehingga data-data yang ada menunjukkan perbaikan,” sebutnya.

Selain itu menurut Bima Arya, ada dua hal yang menjadi kunci atas usaha vaksinasi yang dilakukan Pemkot Bogor, Forkopimda bersama seluruh pihak, yakni suplai vaksin yang aman dan sistem yang berjalan.

Dia berharap penghargaan yang diberikan dapat dibagi dan memacu semua kinerja para lurah lainnya di Kota Bogor.

“Suplai ada tapi sistem enggak jalan, seperti yang terjadi di banyak daerah. Sistem siap, suplai kosong, ga bisa jalan juga,” kata Bima Arya didampingi Asisten Pemerintah, Irwan Riyanto dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Adi Novan serta Camat Bogor Selatan dan Camat Bogor Timur.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan rasa bangga atas cakupan target vaksinasi 100 persen yang berhasil dicapai Kelurahan Tajur dan Kelurahan Pakuan. Dimensi Covid-19 menurut Kapolresta ternyata sangat luas dan mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan.

Di sisi lain, berbagai upaya telah dilakukan dalam melakukan semua dinamika yang terjadi hingga harus menyukseskan dengan vaksinasi. Konsep total war atau ‘perang’ harus dilakukan oleh semua pihak, tidak bisa hanya dilakukan satu pihak saja.

“Mimpi saya dua minggu lagi Kota Bogor masuk Zona Hijau. Artinya semua bergerak, mulai dari vaksinasi, mobilitasnya, isoter, dan yang lainnya. Kalau kata Pak Wali Kota, kita terlanjur menjadi benchmark dalam semua kegiatannya, termasuk pola-pola yang dilakukan dalam menangani Covid-19, saya baca di media di duplikasi daerah lain sehingga kita menjadi trendsetter di Jawa Barat maupun di Indonesia,” kata Susatyo.

Berdasarkan arahan yang disampaikan Menko Maritim dan Investasi dalam rakor virtual, Susatyo menyebut, vaksinasi menjadi salah satu variabel untuk penurunan level PPKM di daerah.

Untuk kawasan aglomerasi, akan turun ke level II jika vaksinasi daerah di kawasan aglomerasi sudah mencapai 50 persen.

“Saat ini cakupan vaksinasi Kota Bogor lebih dari 70 persen, sementara daerah lainnya masih dibawah 50 persen,” sebutnya.

Lurah Pakuan, Erwin Subastian mengungkapkan, penghargaan piagam yang diberikan Satgas Covid-19 Kota Bogor ini menjadi cambuk, sekaligus motivasi bagi dirinya, terkhusus bagi semua aparat wilayah yang ada di Kelurahan Pakuan, mulai dari pengurus RT, RW, Kader hingga seluruh pegawai yang ada di kelurahan.

“Ini anugerah untuk semua, ini keberhasilan bagi semua, terutama bagi warga yang sadar akan vaksinasi, karena dengan vaksinasi dapat meningkatkan herd immunity atau kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit,” ujarnya.

Senada, Lurah Tajur Herry Eriyadi menyampaikan, penghargaan yang di terima Kelurahan Tajur ini merupakan penghargaan untuk semua. Dan dia pun mengaku adanya penghargaan tersebut menjadi bahan evaluasi serta motivasi untuk kedepannya didalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam memerangi wabah covid yang hingga kini belum usai.

“Memang wabah Covid di Kota Bogor, khususnya di Tajur sudah melandai. Tapi ingat, virus masih ada, sehingga kami mengajak warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), jangan sampai lengah, jangan sampai kendor, karena kita tidak ingin berkepanjangan dan ingin kembali hidup normal,” pesannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *