Cacat Hukum, Samisade Pemkab Bogor Akan Dievaluasi

  • Whatsapp
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman

BOGOR, Ceklissatu.com – DPRD Kabupaten Bogor, akan mengevaluasi program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) milik Pemkab Bogor.

Program akselerasi pembangunan infrastruktur desa se-Kabupaten Bogor itu dinilai riskan. Dengan anggaran negara sebesar Rp311,8 miliar untuk 344 desa, dikhawatirkan menjadi ladang korupsi para pemangku kebijakan

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman mengatakan, salah satu yang menjadi masalah dalam pelaksanaan Samisade yakni, lokasi pembangunan infrastruktur namun lahannya bukan aset desa di lokasi pembangunan. Dia khawatir ini akan menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena kan anggarannya besar pasti akan disorot oleh BPK soal penggunaan Samisade ini,” kata Usep, Senin (8/11/21).

Menurutnya, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 38 Tahun 2020 tentang Pedoman Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, jelas tertuang bahwa setiap objek yang akan dibangun menggunakan Samisade harus dan sudah ditetapkan sebagai aset milik desa.

Usep juga mengakui jika ada wacana dari Pemkab Bogor untuk merevisi perbup itu, bahwa objek yang akan dibangun menggunakan Samisade, bisa hanya dengan pinjam pakai lahan milik masyarakat atau pihak swasta.

“Kalaupun perbupnya diubah tidak akan berlaku surut. Ikut saja aturan yang tertuang dalam perbup. Kami juga mau periksa, supaya eksekutif juga bisa evaluasi lah agar bisa lebih baik jangan sampai cacat hukum,” katanya.

Meski begitu, Usep sepat jika Samisade program yang cukup baik untuk mengakselerasi pembangunan di desa.

“Iya baik selama penggunaannya juga baik,” tegasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *