Bupati Ngarep Kadin Jadi Gerbang Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Bogor

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Bupati Bogor, Ade Yasin berhadap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor menjadi bagian dalam upaya pemulihan ekonomi yang terpuruk imbas dari Pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kondisi perekonomian yang fluktuatif menjadi tantangan berat bagi dunia usaha sekaligus bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan data BPS tahun 2020, menurut lapangan usaha sektor industri manufaktur memberikan andil sebesar 53,67% terhadap total PDRB. Sementara sektor perdagangan menyumbang 12,06%, jika digabung kontribusi perdagangan dan industri terhadap PDRB Kabupaten Bogor mencapai 65,73%. Ini yang harus ditingkatkan,” kata Ade Yasin usai menghadiri pelantikan pengurus Kadin di Gedung Auditorium, Setda, Kabupaten Bogor, Rabu (27/10/21).

Selain itu, Ade Yasin menilai perlu ada kolaborasi yang dilakukan Kadin bersama dengan Pemkab Bogor.

“Saya harap Kadin sebagai mitra Pemkab Bogor dapat meningkatkan perannya dengan lebih banyak terlibat dalam program pemulihan ekonomi dan perluasan pemasaran produk baik ke pasar domestik maupun internasional. Di samping terus meningkatkan produktivitas juga harus meningkatkan kualitas kinerja para anggota Kadin dalam membangun usaha, jika kita berjalan sendiri-sendiri beban akan semakin berat,” jelasnya.

Sementara, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawati mengatakan, sesuai dengan amanah UU Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sejatinya adalah mitra pemerintah daerah dalam mengelaborasi, merencanakan, serta menjalankan pembangunan khususnya bidang perekonomian dan kewirausahaan.

“Kami KADIN Kabupaten Bogor siap menjadi mitra, tidak saja sebagai pendukung apalagi penggembira tetapi menjadi bagian penting dalam pembangunan di Kabupaten Bogor,” ungkap Sintha.

Menurutnya, Kadin sebagai mitra Pemkab Bogor mempunyai kewajiban untuk mampu bekerja dua kali lebih besar dari biasanya, sehingga bisa jadi penggerak dan pendorong perekonomian di Kabupaten Bogor dengan satu tujuan pemulihan ekonomi dalam waktu yang secepat-cepatnya untuk sampai kepada tujuan yaitu pulihnya ekonomi di Kabupaten Bogor, dengan kekuatan 1.024 anggota Kadin, dirinya sedang menetapkan beberapa program untuk melahirkan, memperkuat, dan mengembangkan UMKM.

“Bukan tanpa alasan kami memilih UMKM, berdasarkan sejarah mencatat bahwa UMKM menjadi penyelamat ekonomi Indonesia pada saat krisis ekonomi tahun 1997-1998. Kebijakan pemulihan ekonomi kami lakukan berbasis impulsivitas yaitu harus memprioritaskan ekonomi domestik seperti UMKM dan rumah tangga, karena secara agregat UMKM menjadi penyumbang terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yaitu sebesar 60%, angka ini paling besar jika dibandingkan sumbangsih ekonomi dari bisnis lainnya,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *