Bupati Larang Warganya Rayakan Malam Tahun Baru

  • Whatsapp
Bupati Bogor, Ade Yasin meninjau pelaksanaan uji coba ganji genap tersebut didampingi Kapolres Bogor, AKBP Harun di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, akan mengeluarkan aturan larangan perayaan malam tahun baru untuk masyarakat demi mengantisipasi lonjakan kasus penularan Covid-19 gelombang ketiga.

“Para ahli berpendapat dikhawatirkan ada gelombang ketiga penularan covid-19. Agar tidak terjadi gelombang ketiga kita tahan dulu, jangan dulu ada pesta-pesta di akhir tahun,” kata Bupati Ade Yasin, Selasa (16/11/21).

Bacaan Lainnya

Aturan larangan tersebut akan dikeluarkan untuk mencegah perayaan yang berlebihan. Seperti diketahui, Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi tujuan wisatawan, khususnya di kawasan Puncak.

Setiap perayaan malam tahun baru, kawasan Puncak diketahui kerap kali dipadati oleh masyarakat baik lokal maupun luar daerah.

“Kita sudah punya pengalaman, karena kemarin ketika kita waspada pada idul fitri dengan dilarang mudik, tapi termyata setelah lebaran banyak orang mudik juga dan peningkatan pun terjadi. Ini agar tidak terjadi kita harus menahan diri untuk tidak hura-hura di malam tahun baru,” paparnya.

Ade Yasin juga mengaku akan membuat surat edaran serta berkomunukasi dengan pemerintah pusat soal larangan merayakan malam pergantian tahun. Hal tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Kita tunggu arahan dari pusat ya. Karena harus ada dasar hukumnya. Yang jelas kami minta masyarakat menahan diri, di rumah saja bersama keluarga masing-masing,” jelas Ade Yasin.

Sebelumnya diketahui, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setyadi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melakukan mitigasi, agar tidak terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Sebab Kabupaten Bogor, menjadi wilayah yang cukup rentan. Sebagai penyangga ibu kota, Budi menilai jika Kabupaten Bogor ini akan menjadi salah satu sasaran masyarakat untuk berwisata diakhir tahun.

“Kami meminta daerah untuk melakukan mitigasi, terutama dari aspek manajemen rekam lantas untuk pembatasan pengunjung ke masing-masing kawasan atau lokasi wisata. Ini dilakukan karena biasanya kalau terjadi satu klaster di beberapa lokasi wisata, nanti yang menjadi persoalan utama adalah menyangkut masalah mobilitas atau transportasi,” kata Budi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *