BPJS Kesehatan Ubah Layanan Care Center

  • Whatsapp

BANJAR, Ceklissatu.com –Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah mengubah nomor layanan Care Center menjadi 165 sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal ini disampaikan oleh kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar, Iwan Kurnia kepada awak media,(15/9/21).

“Ini merupakan komitmen kami, kepada pelanggan peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat. Berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi ini untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN yang berkeadilan dalam melayani peserta di seluruh Indonesia,”paparnya.

Bacaan Lainnya

Iwan menjelaskan, diubahnya nomor layanan yang semula 1500 400 menjadi nomor 165 tersebut bertujuan agar masyarakat lebih mudah untuk mengingat nomor layanan BPJS saat mengakses layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Namun masyarakat masih bisa menggunakan nomor layanan 1500 400 sampai dengan bulan Desember 2021, untuk mendapatkan berbagai layanan yang ditawarkan oleh BPJS.

Peserta JKN-KIS juga bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui pelayanan Tanya Dokter yang tersedia di BPJS Kesehatan Care Center. bagi masyarakat yang memiliki pengaduan dan membutuhkan koordinasi dengan pihaknya, sistem BPJS Kesehatan Care Center telah terhubung dengan kantor cabang sehingga dapat mempermudah penyelesaian pengaduan yang diajukan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Chat Assistant JKN (CHIKA) berupa chatting (obrolan yang dilakukan secara daring) yang direspon oleh robot, dan layanan Voice Interactive JKN (VIKA) berupa rekaman audio dalam berinteraksi dengan peserta yang tergabung dalam pelayanan BPJS Kesehatan.

Sebelumnya layanan pusat informasi Care Center milik BPJS telah ada sejak tahun 2010 pada era PT Askes (Persero). Hingga pada tahun 2020, BPJS Kesehatan Care Center telah melayani 1.631.535 panggilan. Hal tersebut tidak lepas dari pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS yang melonjak menjadi lebih dari 200 juta jiwa yang menyebabkan naiknya akses panggilan ke BPJS Kesehatan Care Center.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *