BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Kota Bandung dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu motor penggerak kendaraan listrik di Indonesia. 

Selain dikenal sebagai kota wisata, Bandung juga merupakan simpul ekonomi di Jawa Barat yang menjadikannya pasar strategis untuk transformasi transportasi ramah lingkungan.

Mobilitas tinggi di kawasan Cekungan Bandung selama ini menjadi tantangan serius. Kemacetan yang berdampak pada produktivitas dan kualitas udara mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang, salah satunya melalui pengembangan transportasi berkelanjutan berbasis listrik.

Baca Juga: Siap Layani Pemudik Nataru, PLN Pastikan SPKLU Andal di Jalur Mudik dan Destinasi Wisata

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Agus Didik Suseno mengatakan, transportasi berkelanjutan merupakan agenda bersama yang harus didorong seluruh pemangku kepentingan.

"Kemacetan mempunyai dampak luar biasa, baik dari sisi waktu, kelelahan fisik, maupun dampak ekonomi. Karena itu transportasi berkelanjutan menjadi salah satu upaya bersama yang harus kita dorong," kata Agus, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bandung tidak bisa berjalan sendiri. 

Baca Juga: Pengguna Kendaraan Listrik Terus Bertambah, PLN Ajak Pihak Swasta Kembangkan Ekosistem EV

Diperlukan kolaborasi antara operator transportasi, pemerintah, hingga penyedia infrastruktur seperti PLN. Terlebih, Bandung sebagai kota tujuan wisata akan menghadapi lonjakan mobilitas saat Ramadan dan Lebaran.

"Bandung adalah kota wisata dan tujuan perjalanan. Karena itu kita harus menyiapkan sistem transportasi yang tidak menambah beban kemacetan dan tetap ramah lingkungan," katanya.

Sejalan dengan potensi tersebut, kehadiran armada listrik Bluebird di Bandung menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekosistem taksi listrik di daerah ini.

Baca Juga: Mantap! 18 Unit SPKLU PLN Siap Layani Kendaraan Listrik HUT RI ke 79 di IKN

General Manager Bluebird Group Bandung, Ken Edithya menyebut, transformasi kendaraan listrik Bluebird telah dimulai sejak 2019.

"Langkah awal kami menghadirkan kendaraan listrik ini sejak 2019. Sampai sekarang kami masih belajar, terutama terkait inovasi teknologi yang terus berkembang," ujar Ken.

Pengembangan armada listrik, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menekan emisi gas buang hingga 50 persen pada 2030. Selain kendaraan listrik berbasis baterai, Bluebird juga mengoperasikan armada berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih.

Ken mengakui, respons masyarakat terhadap kendaraan listrik cukup baik. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Bandung.

Baca Juga: Dukung Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, PLN-KLHK Resmikan SPKLU Hingga Konvoi Motor Listrik

"Sampai hari ini yang menjadi sorotan saya, SPKLU di Kota Bandung masih terbatas. Padahal ini juga bisa mendorong wisatawan datang ke Bandung kalau fasilitas pengisian dayanya memadai," ungkapnya.

Dari sisi operasional, kendaraan listrik dinilai lebih sederhana dalam perawatan dibandingkan kendaraan konvensional. Meski demikian, investasi awal untuk unit kendaraan listrik masih relatif lebih tinggi.

"Kalau dibandingkan kendaraan konvensional, perawatannya lebih simpel. Tapi dari sisi investasi memang kita harus berkorban lebih karena harga unitnya masih lebih tinggi," jelas Ken.

Baca Juga: Pastikan Jalur Mudik Mobil Listrik Aman, PLN  Touring Jakarta - Bali

Saat ini, 50 unit e-Bluebird berbasis kendaraan listrik BYD e6 turut memperkuat kesiapan layanan menjelang periode Ramadan dan Lebaran yang ditandai dengan perubahan pola perjalanan masyarakat. 

Pelanggan juga berkesempatan mendapatkan taksi listrik melalui pemesanan di aplikasi.

Secara keseluruhan, Bluebird Group menyiapkan lebih dari 700 armada melalui ekosistem layanan Bluebird, Goldenbird, Bigbird, dan Cititrans selama periode Ramadan dan Lebaran. 

Baca Juga: Lebih Hemat Pakai Kendaraan Listrik, Masyarakat Nikmati Beragam Kemudahan

Pada periode ini, layanan Bluebird banyak dimanfaatkan untuk perjalanan harian seperti berbuka puasa, ziarah, dan silaturahmi.

Sementara Goldenbird dan Cititrans digunakan untuk perjalanan antar kota, serta Bigbird untuk kebutuhan rombongan, termasuk kegiatan komunitas dan keluarga besar.

Memasuki periode Lebaran, arus balik menjadi puncak permintaan layanan. Pada 2025, Bandung mencatatkan pertumbuhan transaksi Bluebird tertinggi dibandingkan kota lain, dengan kenaikan 37 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan. 

Baca Juga: Demi Kendaraan Listrik Dinas Bupati, Pemkab Dikabarkan Kocek Anggaran hingga Miliaran

Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan layanan mobilitas yang andal selama libur panjang.

Sementara itu, Ketua Tim Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Bandung, Andika Indra, menekankan pentingnya mobilitas dalam mendukung sektor pariwisata, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

"Kehadiran taksi listrik mendukung Bandung sebagai tujuan wisata yang modern," ujarnya.

Baca Juga: Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur

Menurut Andika, akses mobilitas yang andal menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman dan berkelanjutan, khususnya dalam menjangkau destinasi budaya, kuliner, dan kawasan ekonomi kreatif saat lonjakan kunjungan di musim liburan.