Bima Arya Tinjau Operasional Mal Jambu Dua Kota Bogor, Pastikan Aplikasi Lindungi Berjalan Baik

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com -Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan meninjau hari kedua kembali operasionalnya pusat perbelanjaan atau mal. Empat mal yang dipantau yakni, Plaza Jambu Dua, Botani Square, Mall BTM, dan Plaza Ekalokasari, Rabu (25/8/2021).

Bima Arya menyebut secara umum mal-mal di Kota Bogor sudah sangat siap kembali beroperasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama pengelola mal sudah siapkan mekanisme protokol kesehatan (prokes) yang diperlukan.

Bacaan Lainnya

Termasuk mensosialisasikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang wajib digunakan sebagai skrining untuk pengunjung yang akan masuk mal.

“Mal di Kota Bogor sejak kemarin mulai beroperasi, saya hari ini mengunjungi 4 mal dimulai dengan Jambu Dua ini memang belum semua pedagang buka masih menyesuaikan, masih mempersiapkan. Saya titip scan QR codenya pastikan ada semua, disini (Plaza Jambu Dua) dipasang dibeberapa titik bagus ya,” kata Bima, di Plaza Jambu Dua, Rabu (25/8/2021).

Menurut Bima, saat ini ketika ingin memasuki mal yang terpenting para pengunjung harus melakukan scan QR code yang sudah disiapkan disetiap mal di Kota Bogor. “Jadi pastikan masuk check in dan keluar harus check out juga, karena kalau nggak check out ngga bisa check in lagi,” ungkapnya.

Selain memastikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Pada kesempatan itu, Bima juga mengecek kesiapan penunjang fasilitas mal, seperi genset, jalur listrik, hingga gas. Sebab ia khawatir terjadi kecelakaan kerja,kerusakan atau error. Karena hampir dua bulan mal tidak beroperasi.

“Cek visibilitas ya, karena sudah dua bulan tidak beroperasi ya harus dipastikan semua penunjangnya berjalan. Tadi gensetnya saya cek juga, jalur listrik dan gas. Untuk semua mal yang beroperasi kita pastikan visibilitas juga dicek,” bebernya.

Kendati demikian, pengelola mengaku bahwa ketika mal ditutup pun seluruh alat penunjang tetap dilakukan perawatan. Bima berharap, dengan kembali dibukanya mal dapat membuat warga khususnya Kota Bogor kembali bisa bernafas dari segi perekonomian.

Di lokasi yang sama, Direktur Operasional Plaza Jambu Dua Kota Bogor, Nina Kohandi mengatakan, pihaknya mendukung program Pemerintah Pusat, yakni dengan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat masuknya pengunjung ke dalam mal.

“Kami menerima kunjungan dari Pak Wali Kota dan kami prinsipnya mendukung program Pemerintah Pusat untuk pengunaan Peduli Lindungi. Sejak kemarin pembukaan, kami berterimakasih Pak Wali Kota mengetes langsung aplikasi Peduli Lindungi disini dan berjalan dengan baik,” ujar Nina.

Nina memastikan, seluruh fasilitas penunjang di Plaza Jambu Dua dalam keadaan baik dan normal. Selain itu, ia menyampaikan penutupan mal yang hampir dua bulan itu, membuat pendapatan para tenant yang ada di Plaza Jambu Dua mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Dari segi kerugian sudah pasti ya, sekarang kita drop hampir sekitar 60 persen,” bebernya.

Meski sudah diperbolehkan beroperasi,banyak para tenant yang belum membuka tokonya dengan berbagai alasan. Kata Nina, salah satunya tenant belum memiliki modal.

Diketahui, total tenant yang ada di Plaza Jambu Dua sebanyak 400 hingga 600 tenant. Namun yang beroperasi masih sangat sedikit bahkan tidak sampai 40 persen.

Nina menegaskan, semaksimal mungkin pihaknya memberlakukan aplikasi Peduli Lindungi. Sebab menurutnya, hal itu penting untuk melakukan tracking jika terjadi penularan di area mal.

“Ya karena itu pun arahan dari Menkes dan Kemendagri. Kami wajib menjalankan karena dengan aplikasi ini bisa untuk tracking makanya semaksimal mungkin kita jalani,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *