Bima Arya Minta PTM Terbatas Dipersiapkan Dengan Matang, KPAI Berikan Syarat Ini

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor menggelar Sosialisasi Rekomendasi terkait Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

KPAID Kota Bogor menyampaikan rekomendasi guna mendukung PTM Terbatas. Tujuannya agar dunia pendidikan di Kota Bogor dapat berjalan dengan lancar, terlebih agar anak-anak tetap aman selama PTM Terbatas nantinya.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan hal yang dinilai penting dalam pelaksanaan PTM Terbatas yakni, memastikan komite sekolah memberikan dukungan, dan komunikasi orangtua berjalan dengan baik. Ada sarana atau kanal koordinasi yang efektif untuk bertukar informasi dan saling terbuka terkait kondisi setiap anak. Sebab, kata Bima jika ada yang ditutupi akan menjadi persoalan besar.

“Nantinya ada kecamatan dan kelurahan yang ikut mengawasi lokasi sekolah, ada satgas mengawasi kerumunan di sekolah, tidak boleh ada anak-anak nongkrong di luar sekolah, Dishub mengawasi di transportasi publik tidak melanggar prokes, dan Diskop UMKM mengawasi tidak ada euforia anak-anak jajan di kantin. Kalau semua dipastikan siap bisa berjalan, karena sehat dan belajar itu target kita,” kata Bima, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, fokus persiapan PTM Terbatas lainnya, kata Bima harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Walaupun pihaknya banyak menerima aspirasi yang sudah tidak sabar untuk PTM, baik dari orangtua, anak-anak, maupun sekolah. Tapi tidak mungkin berjalan begitu saja karena pelaksanaan PTM memerlukan kolaborasi.

Menurutnya, hal lain yang harus dipastikan, yang utama yakni maksimalnya vaksinasi sasaran pelajar. Saat ini capaian vaksinasi pelajar sudah 70 persen baik sekolah negeri maupun swasta.

Diketahui pada pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mengejar target 80 persen vaksinasi dosis pertama bagi pelajar. Tak hanya itu, Pemkot Bogor tengah kembali mengecek daftar periksa di sekolah karena sudah cukup lama sejak uji coba.

“Paling tidak dalam catatan saya ada beberapa hal yang harus menjadi atensi, harus ada antisipasi ke depan, harus menyiapkan semua skenario terlepas dari situasi Covid-19 yang sudah melandai,” pungkasnya.

Berikut syarat-syarat yang harus diterapkan saat PTM terbatas dilaksanakan, berdasarkan rekomendasi KPAI:

1. Sekolah atau madrasah harus memenuhi segala syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM Terbatas, termasuk memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

2. Vaksinasi terhadap warga sekolah dipastikan sudah mencapai 70 persen.

3. Pemerintah daerah harus jujur dengan positivity rate daerahnya, dengan ketentuan menurut WHO positivity rate di bawah lima persen baru aman membuka sekolah tatap muka.

4. Perlu ada pemetaan materi tiap mata pelajaran, materi mudah dan sedang di berikan pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan bantuan modul. Materi yang sulit disampaikan saat PTM, agar ada interaksi dan dialog langsung antara peserta didik dengan pendidik. Karena PTM dan PJJ akan berjalan beiringan.

5. KPAI mendorong “5 SIAP” menjadi dasar bagi pembukaan sekolah di Indonesia. Yaitu siap daerahnya, siap sekolahnya, siap gurunya, siap orang tuanya dan siap anaknya.

6. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan di daerah perlu melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM dan Vaksinasi. Sekolah perlu mendapat edukasi dan arahan dalam penyusunan protokol kesehatan di satuan pendidikan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *