Beredar Selebaran Meme Rakyat Hidup Susah di Kota Banjar

  • Whatsapp

BANJAR,Ceklissatu.com-Warga Kota Banjar, Jawa Barat, beberapa hari ini dihebohkan oleh selebaran meme yang mengkritisi kehidupan antara pejabat dengan rakyat. Selebaran ditempel di rambu lalu lintas petunjuk arah di sejumlah persimpangan dan lampu merah. Seperti di lampu merah lapang Bhakti, selebaran terpampang di rambu petunjuk jalan tepat di bawah tiang lampu merah dan hanya berjarak 4 meter dari pos Polisi.

Dalam selebaran tersebut, tertulis “Pejabatnya Hidup Mewah, Rakyatnya Hidup Susah” dengan gambar meme pria bertubuh gemuk yang diberi makan oleh pria bertubuh kurus. Menurut pedagang yang kiosnya berdekatan dengan lokasi selebaran meme mengaku, dirinya baru mengetahui terdapat selebaran yang dipasang di rambu lalu lintas.

Bacaan Lainnya

“Saya tiap hari ada di toko ini tapi baru tahu ada selebaran itu, mungkin karena memang saya tidak pernah perhatikan rambu laluintas kali yah,” ucap Acah Leo, pedagang Ponsel di depan lapang Bhakti, Sabtu (25/09/21).

Selebaran ini diduga beredar setelah Pemerintah Kota Banjar menggelar rapat koordinasi terkait naiknya angka kemiskinan di Kota Banjar akibat pandemi yang terjadi sejak tahun lalu. Hasil rapat menunjukan terjadi kenaikan warga miskin sebesar 0,54 persen menjadi 6,09 persen dari sebelumnya 5,5 persen.

“Ini memang terjadi hampir di seluruh kota/kabupaten tapi jangan dianggap sepele dan harus segera bertindak agar angka kemiskinan tidak terus naik dan dapat ditekan seminimal mungkin,” terang Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana di ruang rapat Sekretariat Daerah saat rapat koordinasi dengan jajarannya, Jumat (24/9) kemarin.

Menanggapi selebaran tersebut, Wakil Wali Kota Banjar mengatakan, selebaran tersebut tidak jelas ditujukan kepada siapa. Bila isi selebaran itu mengkritisi kondisi di Kota Banjar, Nana mengatakan tidak sesuai dengan realita yang terjadi.

“Silahkan lihat sendiri kenyataannya, pejabat mana di Kota Banjar yang hidupnya mewah, bahkan semua anggaran di setiap dinas sudah dikurangi untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 termasuk bantuan sosial di masa pandemi ini,” jelas Nana saat dihubungi melalui sambungan Ponsel.

Nana menambahkan, baik pemerintah pusat maupun Kota Banjar, sejak pandemi tahun lalu hingga kini, sejumlah bantuan untuk masyarakat sudah sering digulirkan. Bantuan JPS (Jaring Pengaman Sosial) seperti uang tunai dan sembako, sudah beberapa tahap ini disalurkan kepada warga. Melalui program JPE (Jaring Pengaman Ekonomi) pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) bisa mendapatkan berbagai bantuan untuk meningkatkan usahanya.

“Dengan kondisi pandemi ini, semua sektor terkena dampaknya, namun berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk membantu warga yang terdampak tersebut,” tambah Nana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *