Banyak Diskon, Pengunjung Mal Masih Sepi

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklisssatu.com – Meski sudah diperbolehkan beroperasi sejak dua pekan lalu dan pengelola memberikan berbagai macam diskon, namun masyarakat masih enggan menggunjungi mal. Jumlah pengunjung masih relatif sepi.

Chief Marketing Communication (Marcomm) Mal BTM Chatarina Intan, mengatakan bahwa okupansi mal di BTM sendiri dalam dua pekan terakhir belum mengalami peningkatan yang maksimal.

“Masih belum maksimal, pengunjung per hari sekitar 3 ribuan, jauh dari kapasitas 30 ribu,” kata Chatarina, Jum’at (17/9/2021).

Chatarina menambahkan, untuk menarik minat masyarakat sebenarnya pihaknya telah memberikan berbagai promo diskon. Namun ia menyayangkan agak terkendala lantaran, belum dibolehkannya mal menyelenggarakan suatu event atau kegiatan untuk mendongkrak okupansi.

Menurutnya, pada hari biasanya atau weekdays rata-rata pengunjung sebelum PPKM mencapai 10 ribu pengunjung per hari, dan akhir pekan bisa mencapai 20 ribu hingga 25 ribu pengunjung.

Sementara, Communication Plaza Lippo Ekalokasari, Taufan juga mengatakan hal yang sama. Bila, kunjungan orang ke mal belum maksimal. Ia menyebut, kunjungan terakhir baik pada masa Lebaran, hanya saja kembali turun ketika beberapa pekan tutup kembali. “Kunjungan ada dari setelah penutupan, cuma tidak signifikan seperti sebelum PPKM,” kata Taufan.

Taufan menilai kunjungan ke mal masih sepi lantaran masyarakat masih beradaptasi dengan PPKM Level 3.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispendag) Ganjar Gunawan, mengatakan bahwa okupansi mal di Kota Bogor masih tergolong sepi. Dari 15 pusat perbelanjaan dan 7 diantaranya mal besar rata-rata kunjungan hanya 30 persen. Hal ini karena kebijakan pembatasan usia masih jadi persoalan.

“Saya bilang pusat perbelanjaan ini masih menjerit, masih turun dan belum ada peningkatan signifikan. Traffic dari normal 100%  (di atas 10.000) sekarang 30%. Jadi jauh,” kata Ganjar, Jumat (17/9/2021).

Ada faktor-faktor yang mempengaruhi sedikitnya pengunjung ke pusat perbelanjaan atau mal. Pertama, penggunaan aplikasi sebagai syarat masuk, khususnya di pusat perbelanjaan dengan sasaran menengah ke bawah.

Sebab di mal dengan sasaran menengah ke bawah, masih banyak pengunjung yang terkendala untuk mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan berbagai alasan, mulai jenis ponsel tidak mendukung hingga kuota internet.

Selain itu, yang membuat kunjungan mal sepi yakni terkait pembatasan usia.Khususnya, usia di bawah 12 tahun masih dilarang masuk mal.

“Kita lagi tunggu kebijakan dari Kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau dua minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk,” ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berharap agar ada kelonggaran terkait pembatasan anak diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan dengan ketentuan tertentu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *