Bantuan Beras dari BPNT Ditemukan Butiran Biji Plastik di Cianjur

CIANJUR, Ceklissatu.com – Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojong Picung, Cianjur Jawa Barat menemukan puluhan butiran biji plastik di dalam beras. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Selasa (22/09).

Kepala Dinas Sosial Cianjur Amad Mutawali mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan mengambil barang bukti biji plastik yang bercampur didalam beras,” Kami juga langsung melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian,” kata dia

Bacaan Lainnya

” Ya tadi kami bersama Muspika Kecamatan Bojong Picung langsung mengecek ke lokasi dan kami temukan sejumlah butiran biji plastik yang mirip dengan beras namun agak sedikit besar ukurannya bercampur dengan beras bagi warga yang sudah terpaksa mengkonsumsi kami juga menghadirkan Dinas Kesahatan untuk nantinya diperiksa kesehatannya”, akuinya dan saya sudah serahkan barang buktinya ke pihak kepolisian untuk ditindak lebih lanju”, ujarnya.

Lanjut Mutawali mengenai CV Kramat yang mensuplai beras ke E Warung, pihaknya akan mengkaji dari kasus ini dan menunggu hasil penyelidikan.

“Mengenai CV Kramat sebagai pensuplai beras kami akan lakukan Kajian dan penyelidikan nantinya apakah perlu ada pergantian CV yang baru sebagai penyuplai kita masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu, Titin (50) salah seorang warga penerima beras BPNT mengaku, sudah mengkonsumsi karena awalnya hanya dikira batu dari gabah.

“Saya gak tau saya kira batu gabah beras saya bersihkan dan saya masak terus saya dan keluarga makan”, akuinya.

Lanjut Titin dirinya baru mengetahui dari tetangga sekitar saat membersihkan beras banyak butiran biji plastik bercampur beras yang ada didalam karung.

“Saya baru taunya pas tetangga bersihkan beras dan rame katanya beras plastik terus saya bilang saya juga ada kaya gini tapi sudah saya makan dan akhirnya ramai-ramai lapor ke RT,” katanya lagi.

Editor:Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *