Banjir akibat Proyek Pemerataan Tanah, Emak-Emak di Puspasari Ontrok Ke Perusahaan

  • Whatsapp
puluhan emak-emak ontrok ke proyek pemerataam tanah milik PT. Arista, di Desa Pusapasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor (Rief/Ceklissatu.com)

BOGOR, CEKLISSATU – Irigasi dipersempit, puluhan emak-emak ontrok ke proyek pemerataam tanah milik PT. Arista, di Desa Pusapasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Proyek tersebut, sejumlah rumah diperumahan kenari berdampak banjir setiap hujan turun.

Dina salah seorang warga menyebutkan, dirinya beserta warga yang lain mendatangi lokasi proyek pemerataan tanah yang menyebabkan banjir masuk ke pemikiman warga akibat penyempitan irigasi yang dilakukan pihak proyek. “Ujan besar turun pukul 02.00 WIB, air sudah hampir selutut, gara gara irigasi air dipersempit oleh pihak proyek,”terangnya

Bacaan Lainnya

Kedatangan emak-emak tersebutpun sempat terjadi adu mulut oleh pihak proyek pemertaan tanah. “Intinya kita menuntut agar irigasi dilebarkan kambali seperti biasanya, jangan dampaknya diberikan kekami sebagao warga,”teriaknya.

Sementara itu, Naga koordinator Proyek menyebutkan, pihaknya sudah berupaya melakukan pembongkaran yang dititip irigasi yang mengalami penyempitan. “Iya saya akui, kalau irigasi itu dibuatkan gorong-gorong, terjadi penyempitan,”ungkapnya.

Dinas terkait PUPR, bersama Satpol PP hingga jajaran pemerintahan setempatpun langsung turun tangan, dan membongkar gorong-gorong yang menyebabkan penyempitan drainase hingga banjir kepemukiman warga.”sudah dibongkar gorong-gorongnya, “singkatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *