Awal Desember Kongres JKPI Digelar, Ternyata Ini Kota dan Sejarah Berdirinya JKPI

BOGOR, Ceklissatu.com – Awal Desember 2021 mendatang, Kota Bogor, Jawa Barat menjadi kota penyelenggara Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-V yang dipusatkan di Gedung Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Dalam Kongres tersebut seluruh pengurus maupun anggota JKPI akan melakukan pemilihan Ketua Presidium JKPI yang baru untuk periode 3 tahun ke depan.

Bacaan Lainnya

Namun sebelum terlaksana Kongres JKPI ke-V, para pembaca perlu tahu sejarah kapan dan dimana berdirinya Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tersebut?

Dalam kesempatan ini, Tim Ceklissatu.com berkesempatan melakukan wawancara dengan pengurus JKPI, dalam hal ini Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Nanang Asfarinal, pada Senin (29/11/2021) siang.

Menurut Nanang, JKPI ini merupakan kumpulan dari kota-kota dan kabupaten Indonesia yang memiliki warisan budaya baik benda maupun tak benda. Tentu ini bisa dilihat kota yang punya Heritage City.

“Nah, kota kota itu bersepakat dan berkumpul di Solo pada tahun 2008, dimana waktu itu walikotanya di jabat oleh Pak Jokowi. Di sanalah tercetus dan dideklarasikan berdirinya Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI),” kata Nanang saat diwawancarai Ceklissatu.com.

Setelah itu, lanjut Nanang, ada Pra Kongres pertama di Solo pada 2008, tetapi di akhir 2008 itu dilaksanakan Pra Kongres pertama di Kota Tua Jakarta. “Nah ini menindaklanjuti waktu yang dari Solo ya,” ucapnya.

Setelah Pra Kongres JKPI di Jakarta Utara pada 2008 itu, kemudian dilanjut dengan Kongres JKPI di Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat di tahun 2009.

“Kota Solo menjadi saksi lahirnya JKPI yang kelahirannya kala itu erat sekali dengan penyelenggaraan Konferensi dan Pameran Organisasi Kota Pusaka Eropa-Asia. Ir. Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu bersama 12 walikota. Diantaranya Solo, Sawahlunto, Banda Aceh, Ternate, Pangkal Pinang, Yogyakarta, Ambon, Salatiga, Bogor, Jakarta Utara, Bengkulu dan Baubau membuat sejarah baru tentang pelestarian pusaka dengan mendirikan JKPI,” jelasnya.

“Dari situ terus berlanjut melakukan Kongres 3 tahun sekali dan sekarang di Kota Bogor melakukan Kongres ke – V,” tambah Nanang.

Dalam Kongres ini, kata Nanang, berisikan agenda pemilihan Ketua Presidium JKPI yang baru untuk tiga tahun ke depan. Sedangkan temanya yaitu Indonesia Tangguh, Kota Pusaka Berdaya, Kota Pusaka Berbudaya.

Ia juga menerangkan dijadikannya Kota Bogor sebagai tua rumah Kongres JKPI ke-V berawal pada saat Kongres ke IV di Kota Solo tahun 2019, dimana saat itu ada beberapa daerah mengajukan untuk menjadi tuan rumah.

“Nah, saat itu kepengurusan JKPI banyak memberikan suaranya kepada Kota Bogor untuk menjadi tuan rumah Kongres JKPI ke-V yang akan dilaksanakan di tahun 2021 ini,” terangnya.

Masih kata Nanang, setiap kegiatan Kongres itu tentunya dilengkapi dengan kegiatan pendukung, diantaranya, atraksi seni dan budaya, dan juga pameran UMKM daerah-daerah bagian dari anggota anggota Kota Pusaka.

“Setiap ada acara itu selalu ada pameran. Nah8 pameran ini juga kita dorong para pelaku UMKM di anggota anggota Kota Pusaka untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *