Aturan Longgar, 230 Pengembang Perumahan Kabur Tanpa Serahkan PSU

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKPP) Kabupaten Bogor, kewalahan mengejar dan mencari ratusan pengembang perumahan yang belum menyerahterimakan prasarana sarana dan utilitas (PSU).

“Penyerahan PSU itu sudah sebanyak 611 dari 841 perumahan yang ada. Sisanya yang belum itu terkendala saat pengelola perumahan sudah tidak ada, sedangkan lahan fasosnya (fasilitas sosial) ada,” ungkap Kepala Bidang PSU DPKPP Kabupaten Bogor, Nunung Toyibah, Senin (20/12/21).

Bacaan Lainnya

Dari jumlah itu, artinya masih ada sebanyak 230 pengembang yang masih berkeliaran tidak memenuhi kewajiban menyerahterimakan PSU.

Nunung mengaku masih terus melakukan identifikasi kepada 230 pengembang perumahan yang belum ditemukan tersebut.

Dalam proses identifikasi , pihaknya melakukan penelusuran dengan teliti. Dia menduga banyak di antara pengembang perumahan itu berpindah dengan membangun perumahan baru di daerah lain.

“Ini yang kami khawatirkan, makannya kami lakukan identifikasi, menelusuri setiap kegiatan pembangunan perumahan, khawatir pengembang yang belum menyerahkan PSU itu ekspansi ke wilayah lain,” kata Nunung.

Menurutnya, penyerahan PSU dari pengembang perumahan ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah. Selain adanya kepastian hukum, PSU ini akan mendatangkan nilai manfaat sebagai aset daerah.

“Termasuk juga ketika ada bantuan daerah nantinya tidak akan tumpang tindih, tidak ada halangan seperti SamiSade,” jelas Nunung.

Nunung pun mengklaim jika pihaknya sejauh ini sudah berupaya untuk meminimalisir kelonggaran penyerahan PSU melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Prasarana Sarana dan Utilitas.

“Jadi lewat Perda ini kami kunci pengembang perumahan akan kewajiban penyerahan PSU. Ini syarat sebelum izin mendirikan bangunan,” tegasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *